Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Fungsi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Perencanaan & Perancangan GOR Multifungsi dengan Pendekatan Arsitektur Minimalis Hijau

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sektor olahraga menjadi lebih maju terutama pada daerah kabupaten bulungan, tanjung palas. Kalimantan utara telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam berbagai aspek, dari Pembangunan, ekonomi, transportasi, wisata, hiburan, dan masih banyak lagi, salah satu aspek yang menonjol adalah sektor cabang perlombaan olahraga Skripsi ini bertujuan untuk merancang Gedung Olahraga (GOR) multifungsi dengan pendekatan arsitektur minimalis hijau di Kabupaten Bulungan, Tanjung Palas, Kalimantan Utara. Latar belakang penelitian ini didasari oleh perkembangan sektor hiburan di bagian olahraga yang cukup signifikan pada tahun ini, seperti lomba dayung yang diadakan setiap ulang tahun kabupaten bulungan dan dihadiri banyak daerah. Metode perancangan yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, serta analisis kebutuhan ruang dan kondisi tapak. Pendekatan arsitektur minimalis hijau diterapkan melalui optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami, penggunaan material ramah lingkungan, efisiensi energi, serta pengelolaan air yang berkelanjutan. Konsep multifungsi diwujudkan dengan penyediaan ruang yang fleksibel untuk berbagai kegiatan olahraga maupun non-olahraga, seperti kegiatan sosial dan budaya. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan prinsip minimalis hijau mampu menciptakan bangunan yang efisien, estetis, dan berkelanjutan. Selain itu, GOR ini diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat yang mendukung kesehatan, interaksi sosial, pelestarian lingkungan, serta dapat menjaadi ikon bagi kabupaten Bulungan

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PELAKSANAAN FUNGSI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DI DESA PA'PAWAN KECAMATAN KRAYAN TIMUR KABUPATEN NUNUKAN.

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan serta menjelaskan Pelaksanaan Fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Pa’Pawan Kecamatan Krayan Timur Kabupaten Nunukan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara untuk mendeskripsikan serta menjelaskan fungsi BPD yang ada di Kantor Desa Pa’Pawan Kecamatan Krayan Timur Kabupaten Nunukan. Informan dari penelitian ini meliputi kepala desa, pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta masyarakat umum. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dikaji dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan Fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Di Desa Pa’Pawan Kecamatan Krayan Timur Kabupaten Nunukan, kemajuan fungsi badan permusyawaratan desa sudah di katakan bagus di lihat dari aspek (1) menyepakati rancangan peraturan desa sudah dikatakan bagus dalam melakukan rancangan peraturan desa sudah terealisasi dengan baik dalam merancang peraturan desa yang sesuai dengan prosedur yang dikeluarkan oleh kantor pemerintah pusat, (2) Menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat sudah dikatakan bagus karena aspirasi masyarakat sudah disampaikan kepada kepala desa itu sendiri sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan fungsi BPD, (3) Melakukan pengawasan kinerja kepala sudah dikatakan belum bagus karena anggota BPD yang sering melakukan absen tanpa pemberitahuan sebelumnya ke pihak BPD sehingga pengawasan kinerja kepala desa sudah terealisasi dengan cukup baik hal ini karena ada koordinasi antara kepala desa dan BPD yang bekerja sama dalam membangun roda pemerintah desa yang lebih maju dan berkembang.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

implementasi fungsi manajerial pada pengelolaan BUMDesa di desa Tengkapak

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di BUMDesa Jaya Makmur yang merupakan BUMDesa yang berada di Desa tengkapak. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana Implementasi fungsi manajerial pada pengelolaan BUMDesa Tengkapak. penelitian menggunakan metode kualtitatif deskiptif populasi pada penelitian ini berjumlah 6 orang dan sampelnya yaitu : ketua BUMDesa Tengkapak, Sekertaris BUMDes Tengkapak, 1 anggota BUMDesa, pengawas BUMDesa dari BPD Tengkapak, Sekertaris desa Tengkapak, dan 1 masyarakat desa Tengkapak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengimplementasian fungsi manajerial di BUMDesa Tengkapak tidak berjalan maksimal hasil ini ditunjukan dengan kurangnya Pengendalian, pengarahan, dalam menjalankan roda organisasi. Factor yang menghambat implementasi fungsi manajerial yang sudah diterapkan namun dalam perjalanannya tidak berlangsung sesuai dengan teori ataupun fungsinya hal ini di tunjukan dengan komunikasi yang buruk antar sesama pengurus kemudian independensi masing-masing anggota dalam menjalakan Lembaga, dimana didalam merencanakan dan menjalakan program kerja terdapat kepentingan ataupun kekuasaan tersendiri baik dari anggota maupun ketua seperti dalam menjalankan program kerja yang terbagi dan tidak ada singkronisasi laporan hasil ataupun pengeluaran dari setiap program kerja.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN DPRD DALAM MELAKSANAKAN RESES UNTUK MENJARING ASPIRASI MASYARAKAT DI DESA SAJAU HILIR DAN DESA BINAI

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BULUNGAN DALAM MELAKSANAKAN RESES UNTUK MENJARING ASPIRASI MASYARAKAT DI DESA SAJAU HILIR DAN DESA BINAI KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN Oleh : Rio Ramadhanu NPM. 201751063 Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kaltara ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui peran DPRD dalam melaksanakan reses untuk menjaring aspirasi masyarakat di Desa Sajau Hilir Dan Desa Binai Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun informan penelitian yaitu anggota DPRD Kabupaten Bulungan, Masyarakat desa Sajau Hilir dan Masyarakat Desa Binai. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, Observasi, dan dokumentasi/Catatan Lapangan. Teknik analiis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil peran DPRD dalam melaksanakan reses untuk menjaring aspirasi masyarakat di Desa Sajau Hilir Dan Desa Binai dengan cara Self selected yaitu mengadakan kegiatan pertemuan secara langsung dengan masyarakat umum dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi luas-luasnya. Peran DPRD Kabupaten Bulungan dengan pendekatan Rekurtmen terseleksi yaitu hanya orang-orang tertentu yang memenuhi persyaratan saja yang diundang untuk menyalurkan aspirasinya. Adanya pembatasan masyarakat pada saat pertemuan. Peran DPRD Kabupaten Bulungan dengan pendekatan Random selection yaitu diadakan penjaringan aspirasi secara acak kepada masyarakat desa, dengan indikator masyarakat tersebut memiliki kompetensi. Peran DPRD Kabupaten Bulungan dalam pelaksanaan reses dengan pendekatan Lay stakeholders, yaitu proses penyerapan aspirasi yang melibatkan beberapa warga negara yang secara sukarela. Peran DPRD Kabupaten Bulungan dalam pelaksanaan reses dengan pendekatan Professional Stakeholders belum perna dilaksanakan, karena pada umumnya anggota DPRD langsung bertemu atau mengundang masyarakat yang dianggap memiliki kemampuan di desa Kata Kunci : Peran, DPRD, Reses, Aspirasi, Masyarakat Desa

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Evaluasi Laik Fungsi jalan Kabupaten ( Studi Kasus Ruas jalan Gunung Seriang-Long Beluah Kabupaten Bulungan)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ruas jalan di Kabupaten Bulungan saat ini sebagian besar belum teruji Laik Fungsi salah satunya yaitu Ruas jalan di desa Gunung Seriang-Long Beluah Kabupaten Bulungan. Untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada pengendara maka di butuhkan Evaluasi Laik Fungsi Jalan : Dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Republik Indonesia No.11/PRT/M/2010. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mengetahui laik fungsi jalan pada ruas jalan poros Gunung Seriang-Long Beluah Kabupaten Bulungan, (2) Mendeskripsikan tindak lanjut dari ruas jalan poros Gunung Seriang –Long Beluah Kabupaten Bulungan, Jika tidak memenuhi Laik Fungsi Jalan. Pengambilan data di lokasi menggunakan metode Uji dengan cara pengamatan dan pengukuran kondisi di ruas jalan Kabupaten di desa Gunung Seriang-Long Beluah Kabupaten Bulungan yang meliputi : (1) Teknis Struktur Bangunan Perlengkapan Jalan (2) Teknis Pemanfaatan Bagian-Bagian Jalan (3) Teknis Perlengkapan Terkait langsung dengan pengguna jalan. Dari hasil uji di lapangan di lakukan analisis Laik Fungsi Jalan secara Teknis menggunakan parameter Perencanaan Laik Fungsi Jalan ( Peraturan Menteri Republik Indonesia No.11/PRT/M/2010 ), Hasil analisis kelaikan Fungsi Jalan pada ruas jalan Kabupaten Bulungan, yaitu di kategorikan Tidak Laik dengan Rekomendasi (TL), Tindak lanjut yang di lakukan pada ruas jalan Kabupaten yang berada di desa Gunung Seriang-Long Beluah yaitu dengan memberikan rekomendasi sesuai dengan kondisi fisik lingkungan jalan yang dapat memenuhi ketentuan keselamatan,kelancaran dan rasa aman bagi pengguna jalan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

FUNGSI DPRD DALAM PENGAWASAN DAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BULUNGAN TAHUN 2019

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan rumusan masalah yang hendak penulis akan diteliti tersebut seperti yang telah diuraikan diatas, maka tujuan dari penelitian yang akan dilakukan yaitu untuk mengetahui dan mengkaji secara lebih mendalam mengenai fungsi DPRD dalam Pengawasan dan Pelaksanaan pelaksanaan pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Bulungan tahun 2019. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yaitu suatu tipe penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran atau lukisan situasi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai objek yang diteliti di mana hasil deskriptif dilanjutkan dengan penjelasan secara rinci dan mendetail. Informan dalam penelitian ini adalah orang – orang yang berkompeten memberikan informasi atau data yang akurat dan akuntabel berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Informan dalam penelitian ini adalah seluruh anggota DPRD Kabupaten Bulungan, yang dipilih secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada. Berdasarkan hasil penelitian maupun dalam bahasan fokus masalah maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut , Fungsi DPRD dalam pengawasan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur Pemerintah Daerah Kabupaten Bulungan Tahun 2019 telah berjalan, namun belum optimal ini dibuktikan bahwa masih ditemui ketidaksinkronisasi antara perencanaan dengan hasil musrenbang yang telah ditetapkan dan menjadi prioritas pemabangunan hal ini menunjukan belum optimalnya komitmen politik DPRD terhadap pengawasan anggaran. Adapun saran-saran yang penulis berikan adalah dalam rangka penguatan peran DPRD di bidang pengawasan, sebaiknya DPRD secara institusional melakukan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, konsepsional dan operasional tentang pengawasan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah. Guna memudahkan fungsi pengawasan yang bersifat kebijakan, sebaiknya DPRD memakai tenaga ahli yang memiliki kemampuan di masing-masing bidang yang bertugas melakukan pengkajian guna memberikan input. Tenaga ahli ini dapat diambil dari perguruan tinggi yang memang ahli dibidangnya Dengan menggunakan hasil kajian itu diharapkan DPRD tidak salah dalam mengambil kebijakan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

FUNGSI KETUA ADAT DALAM MENJAGA ADAT PERNIKAHAN SUKU DAYAK BULUSU DI DESA PUNGIT KECAMATAN SEKATAK KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Berdasarkan rumusan masalah yang hendak penulis akan teliti tersebut seperti yang telah diuraikan diatas, maka tujuan dari penelitian yang akan dilakukan yaitu untuk mengetahui dan mengkaji secara lebih mendalam mengenai fungsi ketua adat dalam menjaga adat pernikahan Suku Dayak Bulusu di Desa Pungit Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu suatu tipe penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran atau lukisan situasi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai objek yang diteliti di mana hasil deskriptif dilanjutkan dengan penjelasan secara rinci dan mendetail. Informan dalam penelitian ini adalah orang-orang yang berkompeten memberikan informasi atau data yang akurat dan akuntabel berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Informan dalam penelitian ini adalah Ketua Adat dan Wakil Ketua Adat Desa Pungit, Ketua Rukun Tetangga satu dan tokoh masyarakat yang memahami penelitian tersebut. Berdasarkan hasil penelitian maupun dalam bahasan fokus masalah maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut, fungsi ketua adat dalam menjaga adat pernikahan suku Dayak Bulusu di Desa Pungit Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara telah baik, sanggup mentaati segala fungsinya dengan tanggung jawab sesuai peraturan adat tersebut dan sebagai kepala hakim untuk menjalan adat pernikahan. Adapun saran-saran yang penulis berikan adalah Ketua Adat Suku Dayak Bulusu di Desa Pungit Kecamatan Sekatak diharapkan selalu berperan aktif dalam mengontrol jalannya adat pernikahan untuk tidak terjadi kekeliruan saat jalannya proses pernikahan yang berlangsung.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

FUNGSI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM PROSES PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DI DESA KELINCAUAN KECAMATAN SEKATAK

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pelaksanaan fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang ada di Desa Kelincauan Kecamatan Sekatak serta faktor-faktor apa saja yang menghambat pelaksanaan fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam proses pelaksanaan pembangunan di Desa Kelincauan Kecamatan Sekatak. Metode penelitian terdiri dari jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penelitian kepustakaan. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam pelaksanaan fungsinya Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Kelincauan masih belum optimal. Kemudian adapun faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam proses pelaksanaan pembangunan di Desa Kelincauan adalah: Faktor Internal, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tidak memahami fungsi, pola komunikasi, tunjangan atau pendapatan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang kecil, Faktor Eksternal, Kapasitas Sumber Daya Manusia pada masyarakat Desa.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

FUNGSI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA PADA PEMERINTAHAN DESA LONG BELUAH KECAMATAN TANJUNG PALAS BARAT KABUPATEN BULUNGAN PERIODE TAHUN 2014-2019

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujungan untuk mengetahui fungsi Badan Permusyawaratan Desa pada Pemerintahan Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan. Dan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dan pendukung fungsi Badan Permusyawaratan Desa dalam pelaksanaan fungsi pengawasan Pemerintah Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 19 orang. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Badan Permusyawaratan Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan sudah melakukan fungsinya cukup baik dalam mengawasi Pemerintahan Desa. Fungsi yang dijalankan oleh Badan Permusyawaratan Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan antara lain sebagai : (1) Fungsi Badan Permusyawaratan Desa dalam Menetapkan Peraturan Desa Bersama Kepala Desa. (2) Fungsi Badan Permusyawaratan Desa Long Beluah dalam Menempung dan Menyalurkan Aspirasi Masyarakat Desa. (3) Fungsi Badan Permusyawaratan Desa Dalam Melakukan Pengawasan Terhadap Kinerja Kepala Desa. Adapun faktor penghambat dan pendukung. Kemudian (4) adanya faktor pendukung dan penghambat, dari faktor pendukung ; (a) masyarakat (b) sistem pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa, dan faktor penghambat ; (a) pola komunikasi, (b) tidak memahami fungsi, (c) masih ada sebagian masyarakat kurang memahami fungsi Badan Permusyawaratan Desa dan (d) tidak ada sosialisasi dari Pemerintah Desa terkait dengan fungsi Badan Permusyawaratan Desa. Kata Kunci : Fungsi, Pengawasan, Badan Permusyawaratan Desa  

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail