Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: IKR
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN JALAN MENGGUNAKAN METODE ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (STUDI KASUS: RUAS JALAN POROS TANJUNG SELOR TANAH KUNING, KABUPATEN BULUNGAN)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ruas Jalan Poros Tanjung Selor–Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan, mengalami peningkatan beban lalu lintas akibat Proyek Strategis Nasional Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI), sehingga menimbulkan berbagai kerusakan perkerasan pada segmen STA 02+500–03+500. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi kerusakan jalan serta menentukan prioritas penanganannya menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), mengacu pada teori klasifikasi jalan, jenis, dan faktor penyebab kerusakan perkerasan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan survei kondisi perkerasan yang dianalisis menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI), serta matriks perbandingan berpasangan AHP yang diuji konsistensinya melalui Consistency Ratio. Hasil survei menunjukkan jenis kerusakan berupa retak kulit buaya, lubang, amblas, tambalan, dan kerusakan tepi jalan, dengan nilai PCI berada pada kategori baik hingga sedang; segmen dengan kondisi terendah adalah STA 03+200–03+300 dengan nilai PCI sebesar 48. Hasil AHP menunjukkan kriteria biaya penanganan memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,452, diikuti kondisi jalan 0,382, kepentingan ekonomi 0,098, dan volume lalu lintas 0,068. Berdasarkan sintesis global, prioritas utama penanganan adalah STA 03+200–03+300 (Segmen 8) dengan nilai 0,174, diikuti STA 03+000–03+100 (Segmen 6) dengan nilai 0,121, dan STA 02+800–02+900 (Segmen 4) dengan nilai 0,105. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode AHP mampu menghasilkan urutan prioritas penanganan jalan yang objektif dan sistematis, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan pemeliharaan jalan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Pemberian Kotoran Sapi, Kambing, Ayam, Leafmold, dan EM-4 dalam Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

NOVI SOFIANI DAUD. 20031019. PENGARUH PEMBERIAN KOTORAN SAPI, KAMBING AYAM, LEAF MOLD DAN EM-4 DALAM PEMBUATAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui apakah pemberian kotoran sapi, kambing, ayam, leaf mold dan EM-4 berpengaruh terhadap kandungan fisik, kimia dan mikrobiologi mikroorganisme lokal. Penelitian ini dilaksanakan di lahan praktek Fakultas Pertanian Universitas Kaltara. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengka (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan pertama yaitu pengunaan kotoran sapi dalam pembuatan MOL, yang kedua yaitu pengunaan kotoran kambing, yang ketiga yaitu pengunaan kotoran ayam, keempat pengunaan leaf mold dan perlakuan kelima yaitu pengunaan EM-4. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengunaan kotoran sapi, kambing, ayam, leaf mold dan EM-4 berpengaruh terhadap kandungan fisik MOL seperti warna menjadi coklat tua, munculnya gelembung udara, aroma asam seperti tapai dan juga memberikan pengaruh terhadap kandungan kimia (pH) MOL. Akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan mikroba dan suhu larutan MOL. Rata-rata kandungan larutan MOL terbaik berdasarkan parameter kimia (pH) terdapat pada perlakuan E (EM-4) yaitu 6,66. Dan jumlah mikroba dengan populasi tertinggi terdapat pada perlakuan S yakni 93000 CFU/ml.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS MANAJEMEN RESIKO PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUANG LABORATORIUM FISIKA SMA N 1 SEKATAK

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Manajemen risiko dapat menghandle risiko sebelum proyek berjalan atau ketika risiko terjadi, dapat meminimalkan biaya, penundaan, tekanan, dan ketidaktahuan suatu proyek sehingga akan menjamin proyek berjalan dengan sesuai dengan yang diharapkan Pada Proyek Pembangunan Ruang laboratorium Fisika SMA 1 Sekatak menghadapi risiko-risiko yang kemungkinan terjadi yang dapat mempengaruhi proses pekerjaan proyek konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko yang terjadi pada pelaksanaan proyek pembangunan ruang laboratorium fisika SMA Negri 1 Sekatak. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi risiko dan analisis risiko pada pelaksanaan proyek pembangunan ruang laboratorium fisika SMA Negri 1 Sekatak. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan cara survey menyebarkan kuesioner faktor risiko kepada responden yang merupakan penilaian rangking dari kuesioner faktor risiko dan Tindakan terhadap faktor risiko menggunakan Indeks Kepentingan Relatif (IKR). Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan Terdapat 12 risiko yang sangat berpengaruh dan berpengaruh pada pelaksanaan Proyek Konstruksi Pembangunan Ruang Laboratorium Fisika SMA Negeri 1 Sekatak. Adapun risiko yang termasuk dalam kategori sangat berpengaruh yaitu kurangnya tanda atau rambu peringatan daerah berbahaya yang dapat membahayakan tenaga kerja dan risiko yang masuk dalam kategori berpengaruh yaitu Perselisihan antara Owner dan Kontraktor, Kurang disiplinnya pekerja menggunakan APD, Cuaca Tidak Menentu, Adanya perubahan desain, Birokrasi yang berbelit-belit dalam pengurusan ijin pelaksanaan proyek, Banjir, Kebangkrutan yang dialai kontraktor, sub-kontraktor dan supplier saat berlangsungnya proyek, Kesulitan pengiriman material dan peralatan ke lokasi, Gempa Bumi, Kesulitan dalam mencari material yang sama atau sejenis pada pekerjaan perbaikan dan Kerusakan atau kehilangan (pencurian).

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA DEKOMPOSER DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK GRANULAR (POG) BERBAHAN DASAR LIMBAH DECANTER SOLID

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

BERNANDO SARAGIH. 201831007. PENGARUH PEMBERIAN DEKOMPOSER DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK GRANUL (POG) BERBAHAN DASAR DECANTER SOLID Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dekomposer terhadap uji fisik, kimia, dan mikrobiologi pada pupuk organik granul. Penelitian dilaksanakan di lapangan belakang Fakultas Pertanian Universitas Kaltara. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan pertama yakni penggunaan dekomposer Jadam Mikroorganism Solution pada proses pengomposan, Perlakuan kedua yaitu Dekomposer Efective Microorganism-4 dan perlakuan tiga yaitu dekomposer Petrofast. Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan dekomposer terhadap pembuatan pupuk organik granul tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan unsur hara makro (N, P, K), C Organik, dan mikroba pada pupuk organik granul. Penambahan dekomposer pada pupuk organik granul mampu memenuhi SNI pada kandungan mikroba. Perlakuan dengan kandungan mikroba paling tinggi terdapat paada perlakuan G3U1 dengan total kandungan mikroba sebesar 5,9 x 104. Pembuatan pupuk organik granul memerlukan bahan tambahan lainnya yang memiliki kandungan unsur hara yang lebih baik. Pembuatan pupuk organik granul dengan penambahan dekomposer alami dengan bahan dasar decanter solid dapat menjadi solusi peningkatan penggunaan pupuk organik oleh petani hanya saja diperlukan penelitian lebih lanjut dalam meningkatkan kandungan unsur hara pada pupuk organik itu sendiri Kata Kunci : Pupuk Organik Granul (POG), Mikroba/ Mikroorganisme, Dekomposer, Pupuk Hayati

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GELANGGANG RENANG DI KALIMANTAN UTARA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOMIMIKRI

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Perencanaan dan Perancangan Gedung Renang Kaltara dengan Pendekatan Arsitektur Biomimikri Renang merupakan olahraga yang banyak digemari orang dari semua kalangan,baik anak-anak,remaja,maupun orang dewasa.selain bisa melatih pernafasan olahraga renang juga dapat membantu proses pertumbuhan/ tinggi seseorang. Selain sebagai hiburan,olahraga renang juga bisa di jadikan profesi yang dapat menghasilkan uang,seperti halnya para atlit renang. Arsitektur Biomimikri yaitu yaitu teori yang mengintepretasikan alam sebagai sebuah model, mentor dan alat ukur dalam hal acuan mendesain atau menarik ilmu dari alam . Proses peniruan desain dalam ilmu biomimkri merupakan sumber informasi untuk menyelesaikan permasalahan pada perancangan . Selain melakukan peniruan dengan elemen yang ada di alam, Biomimikri juga merupakan salah satu ilmu yang mendukung prinsip berkelanjutan, ekologi, dan lingkungan terbangun.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Intruksi Mikroorganisme Terhadap Kuat Tekan Beton Mutu Fc 25 Mpa Dengan Variasi Subtitusi (fly ASH) Desa Apung

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemanfaatan limbah fly ash (abu terbang) PLTU Sekayan sejauh ini masih belum maksimal. Hal tersebut tentu berbanding terbalik dengan produksi limbah fly ash yang setiap harinya. Melalui penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan sumbangsih pemikiran tentang pemanfaatan limbah fly ash sebagai bahan subsitusi semen pada pembuatan beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai kuat tekan dengan media perendaman air kelapa / mikroorganisme pada beton dengan variasi dan penggantian fly ash sebanyak 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dari Berat semen. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, mutu beton yang digunakan fc’ 25 MPa diuji pada umur beton 90 dan 180 hari. Benda uji masing-masing sampel sebanyak 5 buah benda uji. Dari penelitian tersebut diperoleh bahwa nilai kuat tekan variasi subtitusi fly ash 5% umur 90 dan 180 hari mengalami kenaikan kuat tekan yaitu masing-masing 26,66 dan 25,10 Mpa. Sedang pada variasi subtitusi fly ash 10%, 15% dan 20% mengalami penurunan, hal ini diakibatkan oleh karena proses hidrasi semen yang berhenti dan proses pH dan mikroorganisme pada saat perendaman mulai mempengaruhi beton, dimana mikroorganisme kemungkinan hidup didalam pori-pori beton karena udara yang ada. Disamping itu kemampuan mikroorganisme untuk bertahan hidup tergantung pada kecukupan nutrisi berupa kapur bebas didalam beton, kapur bebas (CaO2) tersebut dihasilkan dari fly ash sebesar 4,29%, semakin banyak varisi fly ash nya maka semakin banyak pula kapur bebas yang menjadi nutrisi bagi mikroorganisme tersebut. Hal ini yang memungkinkan terjadinya penurunan kuat tekan pada varisi fly ash 10%, 15% dan 20%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail