ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan penelitian ini untuk mengetahui peran kepemimpinan ketua adat dalam menjaga dan melestarikan hutan adat di desa Long Peso Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan. Tujuan akhir dari hutan pengelola adalah kesejahteraan warga dan hutan pelaku, serta hutan lingkungan itu sendiri apabila tujuan pengelolaan untuk mensejahterakan dan menjadikan harmonisasi hubungan dengan alam maka perubahan ini akan mengancam kelestarian hutan apabila tujuan pengelolaan untuk mensejahterakan dan menjadikan harmonisasi hubungannya apabila tidak berjalan dengan baik melalui faktor kehutanan. Metode penelitian yang digunakan pada studi ini adalah metode kualitatif. Data primer, dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari pengamatan (observasi) langsung di lapangan dan atau wawancara dengan informan yang dipilih, Dengan demikian data primer sebagai data yang tidak menggunakan perantara orang lain. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yaitu data yang diperoleh langsung melalui wawancara dan kajian dokumen. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan obyek penelitian dengan mengintepretasikan berdasarkan kerangka teori yang ada untuk memperoleh suatu kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian peran ketua adat sangat penting dalam hal pengelolaan hutan adat sesuai dengan fungsi masing-masing hutan yaitu menjaga hutan, mempertahankan hak ulayat dan memberi izin membuka lahan baru, ketua adat dalam merencanakan penyadaran mengamankan dan melestarikan hutan adat membuat kesepakatan bersama Lembaga adat secara musyawarah untuk merencanakan hal yang perlu dilakukan agar masyarakat adatnya sadar tentang kelestarian hutan dan ketua adat dalam membuat pesan penyadaran mengamankan dan melestarikan hutan adat ketua adat bisa berperan sebagai penasehat masyarakat adat dalam pidatonya beliau menyelipkan pesan agar masyarakat tetap menjaga kelestarian hutan yang ada di Desa Long Peso.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam rangka kemajuan teknologi beton, khusunya pencapaian kualitas dan kuantitas mutu beton yang baik maka akan di arahkan pada pemanfaatan material pembentuk beton salah satunya adalah agregat yang berasal dari berbagai daerah. Agregat itu sendiri adalah batuan yang terjadi karena pengendapan materi hasil proses pelapukan dan erosi, material-material tersebut terdorong dan bergerak ke suatu tempat, lalu terendapkan dalam jangka waktu sangat lama. Agregat sendiri terbagi menjadi dua yaitu agregat halus dan agregat kasar. agregat halus adalah agregat besar butir maksimum 4,75 mm berasal dari alam atau hasil alam yang merupakan bahan pengisi diantara agregat kasar sehingga menjadikan ikatan beton lebih kuat, sedangkan agregat kasar adalah kerikil sebagai hasil disintegrasi alami dari batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir antara 4,75 mm sampai 40 mm. Untuk mengisi volume pada beton dibutuhkan agregat, tanpa agregat beton itu tidak akan terbentuk, maka agregat memilki fungsi dan peranan sendiri yang sangat penting pada pencapaian kualitas beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisis dari agregat kasar Kecamatan Peso, menentukan rancangan campuran beton (Mix Design) dengan menggunakan agregat kasar Kecamatan Peso, dan Membandingkan nilai kuat tekan beton agregat kasar Kecamatan Peso dengan agregat kasar Kecamatan Sekatak dan agregat kasar Kota Palu Dari penelitian ini, Dalam hasil uji kuat tekan beton dengan mutu K-250 dan mutu K-300 dalam jangka waktu umur 3 hari dan umur 28 hari, beton dengan menggunakan agregat kasar Peso, agregat kasar Sekatak, dan agregat kasar Palu memiliki nilai kuat tekan yang berbeda. Dalam agregat kasar Peso dengan mutu K-250 umur 3 hari, agregat kasar Peso berada pada urutan ketiga dengan nilai kuat tekan rata-rata yaitu 116,32 Kg/Cm² dengan masing-masing nilai kuat tekan beton 119,19 Kg/Cm², 107,86 Kg/Cm² dan 121,91 Kg/Cm². Sedangkan agregat kasar Peso dengan mutu K-250 umur 28 hari memiliki nilai tertinggi kedua dengan nilai kuat tekan yaitu 254,04 Kg/Cm² dengan nilai masing-masing 256,06 Kg/Cm², 238,84 Kg/Cm² dan 268,29 Kg/Cm². Untuk mutu K-300 umur 3 hari sama hal nya dengan mutu K-250, dimana agregat kasar peso dalam mutu K-300 umur 3 hari masih pada nilai kuat tekan rata-rata ketiga , dan untuk mutu K-300 umur 28 hari agregat kasar Peso memiliki nilai rata-rata pada urutan tertinggi. Dalam kondisi ini agregat kasar Peso memiliki peningkatan nilai kuat tekan pada umur uji 28 hari dengan mutu K-250 maupun mutu K-300.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui “Tradisi Adat Senguyun di Desa Long Peso Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu suatu tipe penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran atau lukisan situasi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai objek yang diteliti di mana hasil deskriptif dilanjutkan dengan penjelasan secara rinci dan mendetail. Secara umum fokus utama penelitian ini adalah mengetahui Tradisi Adat Senguyun di Desa Long Peso Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan. teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data mencakup pengumpulan data, reduksi data Penyajian Data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian tradisi adat senguyun di Desa Long Peso adalah tradisi turun-temurun dari nenek moyang berupa saling gotong royong dalam suatu pekerjaan. Senguyun tersebut biasanya dilaksanakan pada saat pembuatan ladang berpindah. Tradisi adat senguyun di Desa Long Peso dalam pembuatan ladang berpindah mencakup: (1) Persiapan adat senguyun saat menanam padi dan panen padi yaitu mempersiapkan beni padi, mempersiapkan tugal, mempersiapkan bakul kecil (katedien), topi(saung), pelindung belakang (ta’a), konsumsi, berupa lemeng, air limus, dan makan siang, ilang asao (alat pemootong padi), ingen (bakul), ingen atet (bakul besar) dan tayeng (tikar dari rotan). (2) Pelaksanaan Adat Senguyun yaitu pembentukan kelompok dengan jumlah 7 sampai 25 orang dan proses pelaksanaan senguyun secara bergiliran, namun acak tergantung dari kesiapan masing-masing anggota kelompok. (3) Penutupan kegiatan adat senguyun akan berakhir apabila senguyun disetiap anggota sudah mendapatkan giliran. Jika masih ada lahan yang belum ditanam, kelompok senguyun tersebut akan kembali senguyun hingga lahan sudah ditanami padi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI TENTANG PENYELESAIAN KASUS KEKERASAN RUMAH TANGGA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ADAT DI DESA LONG BANG KECAMATAN PESO KABUPATEN BULUNGAN