ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanah merupakan dasar dari suatu konstruksi bangunan sipil yang menerima dan menahan beban dari suatu struktur di atasnya. Pada proses pembangunan suatu konstruksi seringkali ditemukan lokasi pembangunan memiliki kondisi tanah bermasalah, salah satu tanah yang dianggap bermasalah dalam dunia konstruksi adalah tanah lempung ekspansif, dimana tanah lempung ekspansif memiliki daya dukun yang rendah. Salah satu cara untuk menaikan daya dukung tanah adalah dengan cara stabilisasi. Penambahan bahan campuran berupa fly ash merupakan salah satu cara stabilisasi tanah lempung ekspansif. Pada peneletian ini ada dua jenis pengujian yang dilakukan yaitu pengujian sifat fisik tanah yang terdiri dari pengujian Volumetri-Gravimetri (kadar air, berat jenis, berat volume tanh), pengujian batas konsistensi (batas cair, batas plastis, indeks plastis), pengujian analisa saringan tanah, untuk pengujian sifat teknik dilakukan pengujian kuat tekan bebas tanah. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan fly ash terhadap sifat fisik tanah lempung ekspansif, serta mengetahui peningkatan nilai kuat tekan bebas setelah di lakukan penambahan fly ash dengan variasi campuran fly ash 20%, 40, dan 60% dengan masa peram selama 20 hari, 30 hari, dan 40 hari. Setelah tanah distabilisasi dengan penambahan fly ash dapat menurunkan kadar air sebesar 76,86%, menaikkan berat jenis tanah sebesar 14,58%, menaikkan berat volume basa tanah sebesar 23,55%, serta menurunkan batas cair sebesar 16,17%, menaikkan batas plastis tanah sebesar 68,29%, menurunkan plastis indek sebesar 96,75%. Kemudian ditinjau dari sifat teknik tanah , campuran fly ash juga membuat nilai kuat tekan bebas tanah lempung eskpansif meningkat sebesar 9,55%. Perubahan daya dukung tanah yang optimum terjadi pada variasi campuran 60% fly ash dengan masa peram 40 hari.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam rangka kemajuan teknologi beton, khusunya pencapaian kualitas dan kuantitas mutu beton yang baik maka akan di arahkan pada pemanfaatan material pembentuk beton salah satunya adalah agregat yang berasal dari berbagai daerah. Agregat itu sendiri adalah batuan yang terjadi karena pengendapan materi hasil proses pelapukan dan erosi, material-material tersebut terdorong dan bergerak ke suatu tempat, lalu terendapkan dalam jangka waktu sangat lama. Agregat sendiri terbagi menjadi dua yaitu agregat halus dan agregat kasar. agregat halus adalah agregat besar butir maksimum 4,75 mm berasal dari alam atau hasil alam yang merupakan bahan pengisi diantara agregat kasar sehingga menjadikan ikatan beton lebih kuat, sedangkan agregat kasar adalah kerikil sebagai hasil disintegrasi alami dari batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir antara 4,75 mm sampai 40 mm. Untuk mengisi volume pada beton dibutuhkan agregat, tanpa agregat beton itu tidak akan terbentuk, maka agregat memilki fungsi dan peranan sendiri yang sangat penting pada pencapaian kualitas beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisis dari agregat kasar Kecamatan Peso, menentukan rancangan campuran beton (Mix Design) dengan menggunakan agregat kasar Kecamatan Peso, dan Membandingkan nilai kuat tekan beton agregat kasar Kecamatan Peso dengan agregat kasar Kecamatan Sekatak dan agregat kasar Kota Palu Dari penelitian ini, Dalam hasil uji kuat tekan beton dengan mutu K-250 dan mutu K-300 dalam jangka waktu umur 3 hari dan umur 28 hari, beton dengan menggunakan agregat kasar Peso, agregat kasar Sekatak, dan agregat kasar Palu memiliki nilai kuat tekan yang berbeda. Dalam agregat kasar Peso dengan mutu K-250 umur 3 hari, agregat kasar Peso berada pada urutan ketiga dengan nilai kuat tekan rata-rata yaitu 116,32 Kg/Cm² dengan masing-masing nilai kuat tekan beton 119,19 Kg/Cm², 107,86 Kg/Cm² dan 121,91 Kg/Cm². Sedangkan agregat kasar Peso dengan mutu K-250 umur 28 hari memiliki nilai tertinggi kedua dengan nilai kuat tekan yaitu 254,04 Kg/Cm² dengan nilai masing-masing 256,06 Kg/Cm², 238,84 Kg/Cm² dan 268,29 Kg/Cm². Untuk mutu K-300 umur 3 hari sama hal nya dengan mutu K-250, dimana agregat kasar peso dalam mutu K-300 umur 3 hari masih pada nilai kuat tekan rata-rata ketiga , dan untuk mutu K-300 umur 28 hari agregat kasar Peso memiliki nilai rata-rata pada urutan tertinggi. Dalam kondisi ini agregat kasar Peso memiliki peningkatan nilai kuat tekan pada umur uji 28 hari dengan mutu K-250 maupun mutu K-300.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Beton merupakan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Penggunaan beton sebagai konstruksi bangunan tentunya tidak terlepas dari ketersediaan material beton agregat kasar dan agregat halus, seperti kerikil, pasir dan semen. Namun pada kenyataanya ada beberapa pekerjaan yang menggunakan material sirtu sebagai bahan campuran beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dalam penggunaan material sirtu untuk pembuatan beton normal ditinjau dari hasil kuat tekan dan hasil porositas beton. Sedangkan manfaat yang diperoleh adalah memberikan informasi tentang material campuran beton, material sirtu sebagai pengganti agregat campuran beton serta pengaruhnya terhadap beton, sehingga dapat dijadikan referensi kedepannya agar pekerjaan pelaksanaan pengecoran beton dapat dengan maksimal. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode uji coba atau experimen dimana proporsi pembuatan beton diasumsikan berdasarkan SNI DT 91-0008-2007, dan ditambahkan semen sebesar 10% dari proporsi awal sehingga didapat dua rumusan perancangan proporsi campuran. Untuk mutu beton yang akan diuji adalah f’c 14,5 Mpa dan f’c 21,7 Mpa. Dari penelitian ini, setelah beton dilakukan uji kuat tekan pada umur 28 hari didapatkan hasil kuat tekan dengan mutu rencana f’c 14,5 Mpa tercapai pada rancangan proporsi campuran dengan semen ditambah 10% dengan nilai kuat tekan rata – rata 14,78 Mpa, sedangkan proporsi campuran awal didapat nilai kuat tekan rata – rata f’c 11,78 Mpa. Dan untuk mutu rencana f’c 21,7 Mpa tidak tercapai dengan nilai kuat tekan rata – rata yang didapat f’c 17,43 Mpa untuk proporsi dengan tambahan semen 10%, sedangkan untuk proporsi awal didapat nilai kuat tekan rata – rata sebesar f’c 16,97 Mpa. Dari Penelitian ini, setelah beton dilakukan uji porositas pada umur 28 hari didapatkan nilai porositas tertinggi yaitu 8,73% pada proporsi campuran normal dengan mutu rencana f’c14,5 Mpa, dan untuk mutu renaca f’c 21,7 Mpa didapat nilai porositas tertinggi yaitu 7,60% pada proporsi campuran normal.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Beton merupakan material bangunan yang sering digunakan pada pekerjaan struktur. Beton dapat ditingkatkan performa dan dalam pelaksanaan pekerjaannya. Penggunaan bahan tambah fly ash sebagai campuran beton dipakai sebagai salah satu cara untuk pemanfaatan limbah dari hasil pembakaran batu bara. Sedangkan untuk bahan tambah accelerator admixture merupakan bahan kimia campuran beton yang berfungsi untuk mempermudah pekerjaan dan pelaksanaan pengecoran di lapangan dimana dapat mempersingkat umur beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya apabila beton di campur dengan bahan tambah fly ash dan accelerator admixture ditinjau dari hasil pengujian kuat tekannya. Sedangkan manfaat yang diperoleh adalah dapat memberikan ilmu pengetahuan tentang bahan tambah beton, sehingga dapat menghasilkan beton yang baik dan diharapkan dapat diaplikasikan di lapangan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode uji coba atau experimen dimana pembuatan beton normal dicampur dengan bahan tambah fly ash sebesar 5%, 10%, 15%, 20%, 25% terhadap jumlah semen dan ditambah dengan bahan kimia accelerator admixture. Sebelum penggunaan accelerator admixture di campur dalam satu campuran dengan fly ash, accelerator admixture di lakukan uji coba terlebih dahulu dengan dicampurkan pada beton normal. Pada label kemasan, penggunaan accelerator admixture sebesar 0,3% sehingga dibuat range 0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4%, 0,5% terhadap jumlah semen. Didapatkan prosentase paling maksimum dari pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari sebesar 0,5 %. Dari penelitian ini, setelah beton dilakukan uji kuat tekan umur 28 hari didapatkan prosentase tertinggi dari penambahan fly ash dan accelerator admixture masing – masing yaitu pada 5% dan 0,5% dengan nilai kuat tekan sebesar 30,18 Mpa dari kuat tekan rencana sebesar 25 Mpa.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemanfaatan limbah fly ash (abu terbang) PLTU Sekayan sejauh ini masih belum maksimal. Hal tersebut tentu berbanding terbalik dengan produksi limbah fly ash yang setiap harinya. Melalui penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan sumbangsih pemikiran tentang pemanfaatan limbah fly ash sebagai bahan subsitusi semen pada pembuatan beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai kuat tekan dengan media perendaman air kelapa / mikroorganisme pada beton dengan variasi dan penggantian fly ash sebanyak 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dari Berat semen. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, mutu beton yang digunakan fc’ 25 MPa diuji pada umur beton 90 dan 180 hari. Benda uji masing-masing sampel sebanyak 5 buah benda uji. Dari penelitian tersebut diperoleh bahwa nilai kuat tekan variasi subtitusi fly ash 5% umur 90 dan 180 hari mengalami kenaikan kuat tekan yaitu masing-masing 26,66 dan 25,10 Mpa. Sedang pada variasi subtitusi fly ash 10%, 15% dan 20% mengalami penurunan, hal ini diakibatkan oleh karena proses hidrasi semen yang berhenti dan proses pH dan mikroorganisme pada saat perendaman mulai mempengaruhi beton, dimana mikroorganisme kemungkinan hidup didalam pori-pori beton karena udara yang ada. Disamping itu kemampuan mikroorganisme untuk bertahan hidup tergantung pada kecukupan nutrisi berupa kapur bebas didalam beton, kapur bebas (CaO2) tersebut dihasilkan dari fly ash sebesar 4,29%, semakin banyak varisi fly ash nya maka semakin banyak pula kapur bebas yang menjadi nutrisi bagi mikroorganisme tersebut. Hal ini yang memungkinkan terjadinya penurunan kuat tekan pada varisi fly ash 10%, 15% dan 20%.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berbagai percobaan dan pengujian dilakukan terhadap produk – produk kebaruan di sektor konstruksi dengan tujuan untuk menghasilkan produk konstruksi yang lebih baik, salah satunya pemanfaatan limbah abu terbang (fly ash). Melalui penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan sumbangsih pemikiran tentang pemanfaatan limbah fly ash sebagai bahan kombinasi semen pada pembuatan beton. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai kuat tekan dan kuat lentur serta pola retak dari kombinasi fly ash pada beton dengan persentasi sebanyak 10%, 20%, 30%, 40% dari volume semen. Benda uji yang digunakan berbentuk kubus dan balok, mutu beton yang direncanakan diuji pada umur beton 28 hari. Benda uji masing-masing sampel sebanyak 5 buah benda uji. Dari penelitian tersebut diperoleh bahwa nilai kuat tekan beton beton tertinggi pada campuran kombinasi fly ash 10% (TK 10) yaitu sebesar 262,856 kg/cm2 sedangkan pada beton normal (TK 00) sebesar 255,30 kg/cm2, (TK 20) sebesar 229,62 kg/cm2, (TK 30) sebesar 209,98 kg/cm2 dan (TK 40) sebesar 129,92 kg/cm2. Pada uji kuat lentur diperoleh hasil kuat lentur tertinggi dicampuran kombinasi fly ash 10% (TK 10) yaitu sebesar 68,64 kg/cm2, sedangkan pada beton normal (TK 00) sebesar 65,26 kg/cm2, (TK 20) sebesar 65,93 kg/cm2, (TK 30) sebesar 58,25 kg/cm2 dan (TK 40) sebesar 56,45 kg/cm2. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa dengan kombinasi abu terbang ( fly ash) PLTU Sekayan sebesar 10% mempnyai kuat tekan dan kuat lentur lebih tinggi dari beton normal mutu K 250 dan kombinasi abu terbang ( fly ash) 20%, 30%, dan 40%.