Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: Kuat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Karakteristik Plastik Biodegradable Dari Pati Biji Cempedak Dan Bonggol Pisang Kepok Dengan Penambahan Kitosan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Saat ini banyak terjadi peningkatan limbah plastik komersial yang memicu pencemaran lingkungan, sehingga diperlukan inovasi plastik biodegradable yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan, variasi komposisi optimal serta karakteristik fisik dan mekanik dari plastik biodegradable berbasis campuran pati biji cempedak dan bonggol pisang kepok dengan penambahan kitosan. Metode yang digunakan oleh eksperimen laboratorium dengan tehnik solven casting, melibatkan 5 variasi komposisi pati (P.1 hingga P.5) dengan total berat 10 gr serta penambahan gliserol dan larutan kitosan dari limbah kulit udang. Karakteristik plastik dievaluasi melalui uji densitas, uji daya serap air, uji kuat tarik (tensile strength), dan uji biodegradasi dalam tanah selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi pati memengaruhi karakteristik fisik dan mekanik plastik biodegradable yang dihasilkan. Nilai densitas berkisar antara 0.239 – 0.438 𝑔𝑟/𝑐𝑚ଷ, dengan nilai tertinggi diperoleh pada sampel P.4. Persentase daya serap air berada pada rentang 14 – 33%, dengan nilai tertinggi diperoleh pada sampel P.4. Nilai kuat tarik berkisar antara 0,0063 - 0,5563 MPa, dengan nilai tertinggi diperoleh pada sampel P.5 sebesar 0.5563 MPa dan mampu menahan beban maksimum hingga 2,2298 N. Hasil uji biodegradasi menunjukkan bahwa seluruh sampel terdegradasi sempurna dalam waktu 28 – 30 hari. Berdasarkan evaluasi terhadap seluruh parameter pengujian, sampel P.2 (7,5 gr pati biji cempedak : 2,5 gr pati bonggol pisang kepok) merupakan formulasi terbaik karena memberikan keseimbangan paling baik antara densitas, ketahanan terhadap air, sifat mekanik, dan kemampuan biodegradasi. Sampel P.2 memiliki daya serap air terendah (14%) serta nilai kuat tarik sebesar 0,2360 MPa, sehingga dinilai sebagai komposisi yang paling optimal dibandingkan variasi lainnya.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS PENANGANAN LONGSORAN DENGAN MENGGUNAKAN GEOTEKSTIL PADA RING ROAD TARAKAN, KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dengan adanya longsor pada ruas jalan tersebut pada tahun 2022 maka dilakukan tindakan Survey lokasi dan mengambil sempel tanah untuk diuji di laboratorium untuk mendapatkan parameter tanah. Penyebab terjadinya kelongsoran karena kondisi lereng dengan beban yang besar dan kemiringan yang curam sehingga diperlukan sebuah perkuatan lereng, salah satunya yaitu dengan perkuatan geotekstil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai angka keamanan eksisting stabilitas tebing jalan menggunakan perhitungan manual dan program GeoStudio dan nilai angka keamanan stabilitas tebing jalan yang dilakukan perkuatan dengan geotekstil pada Ring Road di Kota Tarakan. Analisis dengan perhitungan manual dilakukan sesuai dengan perencanaan geotekstil eksisting yaitu: Stabilitas internal, Stabilitas eksternal dan Stabilitas terhadap kelongsoran (dengan perkuatan dan tanpa perkuatan). Sedangkan analisis stabilitas penanganan lonsoran menggunakan aplikasi Geostudio 2025 dengan program SLOPE/W pada kondisi sebelum dan sesudah diberi perkuatan geotekstil. Nilai Angka Keamanan (Safety Factor) berdasarkan perhitungan manual dengan menggunakan metode Fellenius didapat nilai SF 1,140. Dimana nilai tersebut < 1,5 dinyatakan tidak aman. Jika dilakukan analisis menggunakan program Geostudio, metode SLOPE/W dengan analisis Fellenius / Ordinary (pemilihan jika di dalam program Geostudio), didapat nilai SF 1,207. Dimana nilai tersebut < 1,5 dinyatakan tidak aman. Adapun Nilai Angka Keamanan (Safety Factor) berdasarkan analisis menggunakan program Geostudio dengan metode yang sama dan ditambahkan perkuatan geotekstil berdasarkan perhitungan manual, didapat nilai SF 1,599 dimana nilai ini tanpa beban gempa dan dinyatakan aman.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS PENANGANAN LONGSORAN DENGAN MENGGUNAKAN GEOTEKSTIL PADA RING ROAD DI KOTA TARAKAN, KALIMANTAN UTARA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dengan adanya longsor pada ruas jalan tersebut pada tahun 2022 maka dilakukan tindakan Survey lokasi dan mengambil sempel tanah untuk diuji di laboratorium untuk mendapatkan parameter tanah. Penyebab terjadinya kelongsoran karena kondisi lereng dengan beban yang besar dan kemiringan yang curam sehingga diperlukan sebuah perkuatan lereng, salah satunya yaitu dengan perkuatan geotekstil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai angka keamanan eksisting stabilitas tebing jalan menggunakan perhitungan manual dan program GeoStudio dan nilai angka keamanan stabilitas tebing jalan yang dilakukan perkuatan dengan geotekstil pada Ring Road di Kota Tarakan. Analisis dengan perhitungan manual dilakukan sesuai dengan perencanaan geotekstil eksisting yaitu: Stabilitas internal, Stabilitas eksternal dan Stabilitas terhadap kelongsoran (dengan perkuatan dan tanpa perkuatan). Sedangkan analisis stabilitas penanganan lonsoran menggunakan aplikasi Geostudio 2025 dengan program SLOPE/W pada kondisi sebelum dan sesudah diberi perkuatan geotekstil. Nilai Angka Keamanan (Safety Factor) berdasarkan perhitungan manual dengan menggunakan metode Fellenius didapat nilai SF 1,140 1,5 dinyatakan tidak aman. Jika dilakukan analisis menggunakan program Geostudio, metode SLOPE/W dengan analisis Fellenius / Ordinary (pemilihan jika di dalam program Geostudio), didapat nilai SF 1,207 1,5 dinyatakan tidak aman. Adapun Nilai Angka Keamanan (Safety Factor) berdasarkan analisis menggunakan program Geostudio dengan metode yang sama dan ditambahkan perkuatan geotekstil berdasarkan perhitungan manual, didapat nilai SF 1,599 > 1,5 dimana nilai ini tanpa beban gempa dan dinyatakan aman.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH STABILISASI DENGAN FLY ASH TERHADAP SIFAT FISIK DAN KUAT TEKAN BEBAS TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI KABUPATEN BULUNGAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanah merupakan dasar dari suatu konstruksi bangunan sipil yang menerima dan menahan beban dari suatu struktur di atasnya. Pada proses pembangunan suatu konstruksi seringkali ditemukan lokasi pembangunan memiliki kondisi tanah bermasalah, salah satu tanah yang dianggap bermasalah dalam dunia konstruksi adalah tanah lempung ekspansif, dimana tanah lempung ekspansif memiliki daya dukun yang rendah. Salah satu cara untuk menaikan daya dukung tanah adalah dengan cara stabilisasi. Penambahan bahan campuran berupa fly ash merupakan salah satu cara stabilisasi tanah lempung ekspansif. Pada peneletian ini ada dua jenis pengujian yang dilakukan yaitu pengujian sifat fisik tanah yang terdiri dari pengujian Volumetri-Gravimetri (kadar air, berat jenis, berat volume tanh), pengujian batas konsistensi (batas cair, batas plastis, indeks plastis), pengujian analisa saringan tanah, untuk pengujian sifat teknik dilakukan pengujian kuat tekan bebas tanah. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan fly ash terhadap sifat fisik tanah lempung ekspansif, serta mengetahui peningkatan nilai kuat tekan bebas setelah di lakukan penambahan fly ash dengan variasi campuran fly ash 20%, 40, dan 60% dengan masa peram selama 20 hari, 30 hari, dan 40 hari. Setelah tanah distabilisasi dengan penambahan fly ash dapat menurunkan kadar air sebesar 76,86%, menaikkan berat jenis tanah sebesar 14,58%, menaikkan berat volume basa tanah sebesar 23,55%, serta menurunkan batas cair sebesar 16,17%, menaikkan batas plastis tanah sebesar 68,29%, menurunkan plastis indek sebesar 96,75%. Kemudian ditinjau dari sifat teknik tanah , campuran fly ash juga membuat nilai kuat tekan bebas tanah lempung eskpansif meningkat sebesar 9,55%. Perubahan daya dukung tanah yang optimum terjadi pada variasi campuran 60% fly ash dengan masa peram 40 hari.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERBANDINGAN MUTU AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU NORMAL

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam rangka kemajuan teknologi beton, khusunya pencapaian kualitas dan kuantitas mutu beton yang baik maka akan di arahkan pada pemanfaatan material pembentuk beton salah satunya adalah agregat yang berasal dari berbagai daerah. Agregat itu sendiri adalah batuan yang terjadi karena pengendapan materi hasil proses pelapukan dan erosi, material-material tersebut terdorong dan bergerak ke suatu tempat, lalu terendapkan dalam jangka waktu sangat lama. Agregat sendiri terbagi menjadi dua yaitu agregat halus dan agregat kasar. agregat halus adalah agregat besar butir maksimum 4,75 mm berasal dari alam atau hasil alam yang merupakan bahan pengisi diantara agregat kasar sehingga menjadikan ikatan beton lebih kuat, sedangkan agregat kasar adalah kerikil sebagai hasil disintegrasi alami dari batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir antara 4,75 mm sampai 40 mm. Untuk mengisi volume pada beton dibutuhkan agregat, tanpa agregat beton itu tidak akan terbentuk, maka agregat memilki fungsi dan peranan sendiri yang sangat penting pada pencapaian kualitas beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisis dari agregat kasar Kecamatan Peso, menentukan rancangan campuran beton (Mix Design) dengan menggunakan agregat kasar Kecamatan Peso, dan Membandingkan nilai kuat tekan beton agregat kasar Kecamatan Peso dengan agregat kasar Kecamatan Sekatak dan agregat kasar Kota Palu Dari penelitian ini, Dalam hasil uji kuat tekan beton dengan mutu K-250 dan mutu K-300 dalam jangka waktu umur 3 hari dan umur 28 hari, beton dengan menggunakan agregat kasar Peso, agregat kasar Sekatak, dan agregat kasar Palu memiliki nilai kuat tekan yang berbeda. Dalam agregat kasar Peso dengan mutu K-250 umur 3 hari, agregat kasar Peso berada pada urutan ketiga dengan nilai kuat tekan rata-rata yaitu 116,32 Kg/Cm² dengan masing-masing nilai kuat tekan beton 119,19 Kg/Cm², 107,86 Kg/Cm² dan 121,91 Kg/Cm². Sedangkan agregat kasar Peso dengan mutu K-250 umur 28 hari memiliki nilai tertinggi kedua dengan nilai kuat tekan yaitu 254,04 Kg/Cm² dengan nilai masing-masing 256,06 Kg/Cm², 238,84 Kg/Cm² dan 268,29 Kg/Cm². Untuk mutu K-300 umur 3 hari sama hal nya dengan mutu K-250, dimana agregat kasar peso dalam mutu K-300 umur 3 hari masih pada nilai kuat tekan rata-rata ketiga , dan untuk mutu K-300 umur 28 hari agregat kasar Peso memiliki nilai rata-rata pada urutan tertinggi. Dalam kondisi ini agregat kasar Peso memiliki peningkatan nilai kuat tekan pada umur uji 28 hari dengan mutu K-250 maupun mutu K-300.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH PENGGUNAAN MATERIAL SIRTU PADA BETON MUTU NORMAL DITINJAU DARI KUAT TEKAN DAN POROSITAS

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Beton merupakan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Penggunaan beton sebagai konstruksi bangunan tentunya tidak terlepas dari ketersediaan material beton agregat kasar dan agregat halus, seperti kerikil, pasir dan semen. Namun pada kenyataanya ada beberapa pekerjaan yang menggunakan material sirtu sebagai bahan campuran beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dalam penggunaan material sirtu untuk pembuatan beton normal ditinjau dari hasil kuat tekan dan hasil porositas beton. Sedangkan manfaat yang diperoleh adalah memberikan informasi tentang material campuran beton, material sirtu sebagai pengganti agregat campuran beton serta pengaruhnya terhadap beton, sehingga dapat dijadikan referensi kedepannya agar pekerjaan pelaksanaan pengecoran beton dapat dengan maksimal. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode uji coba atau experimen dimana proporsi pembuatan beton diasumsikan berdasarkan SNI DT 91-0008-2007, dan ditambahkan semen sebesar 10% dari proporsi awal sehingga didapat dua rumusan perancangan proporsi campuran. Untuk mutu beton yang akan diuji adalah f’c 14,5 Mpa dan f’c 21,7 Mpa. Dari penelitian ini, setelah beton dilakukan uji kuat tekan pada umur 28 hari didapatkan hasil kuat tekan dengan mutu rencana f’c 14,5 Mpa tercapai pada rancangan proporsi campuran dengan semen ditambah 10% dengan nilai kuat tekan rata – rata 14,78 Mpa, sedangkan proporsi campuran awal didapat nilai kuat tekan rata – rata f’c 11,78 Mpa. Dan untuk mutu rencana f’c 21,7 Mpa tidak tercapai dengan nilai kuat tekan rata – rata yang didapat f’c 17,43 Mpa untuk proporsi dengan tambahan semen 10%, sedangkan untuk proporsi awal didapat nilai kuat tekan rata – rata sebesar f’c 16,97 Mpa. Dari Penelitian ini, setelah beton dilakukan uji porositas pada umur 28 hari didapatkan nilai porositas tertinggi yaitu 8,73% pada proporsi campuran normal dengan mutu rencana f’c14,5 Mpa, dan untuk mutu renaca f’c 21,7 Mpa didapat nilai porositas tertinggi yaitu 7,60% pada proporsi campuran normal.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Beton Dengan Campuran Bahan Tambah Fly Ash dan Accelerator Admixture Terhadap Kuat Tekan Beton

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Beton merupakan material bangunan yang sering digunakan pada pekerjaan struktur. Beton dapat ditingkatkan performa dan dalam pelaksanaan pekerjaannya. Penggunaan bahan tambah fly ash sebagai campuran beton dipakai sebagai salah satu cara untuk pemanfaatan limbah dari hasil pembakaran batu bara. Sedangkan untuk bahan tambah accelerator admixture merupakan bahan kimia campuran beton yang berfungsi untuk mempermudah pekerjaan dan pelaksanaan pengecoran di lapangan dimana dapat mempersingkat umur beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya apabila beton di campur dengan bahan tambah fly ash dan accelerator admixture ditinjau dari hasil pengujian kuat tekannya. Sedangkan manfaat yang diperoleh adalah dapat memberikan ilmu pengetahuan tentang bahan tambah beton, sehingga dapat menghasilkan beton yang baik dan diharapkan dapat diaplikasikan di lapangan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode uji coba atau experimen dimana pembuatan beton normal dicampur dengan bahan tambah fly ash sebesar 5%, 10%, 15%, 20%, 25% terhadap jumlah semen dan ditambah dengan bahan kimia accelerator admixture. Sebelum penggunaan accelerator admixture di campur dalam satu campuran dengan fly ash, accelerator admixture di lakukan uji coba terlebih dahulu dengan dicampurkan pada beton normal. Pada label kemasan, penggunaan accelerator admixture sebesar 0,3% sehingga dibuat range 0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4%, 0,5% terhadap jumlah semen. Didapatkan prosentase paling maksimum dari pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari sebesar 0,5 %. Dari penelitian ini, setelah beton dilakukan uji kuat tekan umur 28 hari didapatkan prosentase tertinggi dari penambahan fly ash dan accelerator admixture masing – masing yaitu pada 5% dan 0,5% dengan nilai kuat tekan sebesar 30,18 Mpa dari kuat tekan rencana sebesar 25 Mpa.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Intruksi Mikroorganisme Terhadap Kuat Tekan Beton Mutu Fc 25 Mpa Dengan Variasi Subtitusi (fly ASH) Desa Apung

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemanfaatan limbah fly ash (abu terbang) PLTU Sekayan sejauh ini masih belum maksimal. Hal tersebut tentu berbanding terbalik dengan produksi limbah fly ash yang setiap harinya. Melalui penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan sumbangsih pemikiran tentang pemanfaatan limbah fly ash sebagai bahan subsitusi semen pada pembuatan beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai kuat tekan dengan media perendaman air kelapa / mikroorganisme pada beton dengan variasi dan penggantian fly ash sebanyak 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dari Berat semen. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, mutu beton yang digunakan fc’ 25 MPa diuji pada umur beton 90 dan 180 hari. Benda uji masing-masing sampel sebanyak 5 buah benda uji. Dari penelitian tersebut diperoleh bahwa nilai kuat tekan variasi subtitusi fly ash 5% umur 90 dan 180 hari mengalami kenaikan kuat tekan yaitu masing-masing 26,66 dan 25,10 Mpa. Sedang pada variasi subtitusi fly ash 10%, 15% dan 20% mengalami penurunan, hal ini diakibatkan oleh karena proses hidrasi semen yang berhenti dan proses pH dan mikroorganisme pada saat perendaman mulai mempengaruhi beton, dimana mikroorganisme kemungkinan hidup didalam pori-pori beton karena udara yang ada. Disamping itu kemampuan mikroorganisme untuk bertahan hidup tergantung pada kecukupan nutrisi berupa kapur bebas didalam beton, kapur bebas (CaO2) tersebut dihasilkan dari fly ash sebesar 4,29%, semakin banyak varisi fly ash nya maka semakin banyak pula kapur bebas yang menjadi nutrisi bagi mikroorganisme tersebut. Hal ini yang memungkinkan terjadinya penurunan kuat tekan pada varisi fly ash 10%, 15% dan 20%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH KOMBINASI ABU TERBANG (FLY ASH) PADA MUTU BETON NORMAL DITINJAU DARI KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berbagai percobaan dan pengujian dilakukan terhadap produk – produk kebaruan di sektor konstruksi dengan tujuan untuk menghasilkan produk konstruksi yang lebih baik, salah satunya pemanfaatan limbah abu terbang (fly ash). Melalui penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan sumbangsih pemikiran tentang pemanfaatan limbah fly ash sebagai bahan kombinasi semen pada pembuatan beton. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai kuat tekan dan kuat lentur serta pola retak dari kombinasi fly ash pada beton dengan persentasi sebanyak 10%, 20%, 30%, 40% dari volume semen. Benda uji yang digunakan berbentuk kubus dan balok, mutu beton yang direncanakan diuji pada umur beton 28 hari. Benda uji masing-masing sampel sebanyak 5 buah benda uji. Dari penelitian tersebut diperoleh bahwa nilai kuat tekan beton beton tertinggi pada campuran kombinasi fly ash 10% (TK 10) yaitu sebesar 262,856 kg/cm2 sedangkan pada beton normal (TK 00) sebesar 255,30 kg/cm2, (TK 20) sebesar 229,62 kg/cm2, (TK 30) sebesar 209,98 kg/cm2 dan (TK 40) sebesar 129,92 kg/cm2. Pada uji kuat lentur diperoleh hasil kuat lentur tertinggi dicampuran kombinasi fly ash 10% (TK 10) yaitu sebesar 68,64 kg/cm2, sedangkan pada beton normal (TK 00) sebesar 65,26 kg/cm2, (TK 20) sebesar 65,93 kg/cm2, (TK 30) sebesar 58,25 kg/cm2 dan (TK 40) sebesar 56,45 kg/cm2. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa dengan kombinasi abu terbang ( fly ash) PLTU Sekayan sebesar 10% mempnyai kuat tekan dan kuat lentur lebih tinggi dari beton normal mutu K 250 dan kombinasi abu terbang ( fly ash) 20%, 30%, dan 40%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERBAIKAN STRUKTUR BALOK BETON BERTULANG MENGGUNAKAN SERAT KARBON (CARBON FIBER REINFORCEMENT POLYMER) TERHADAP KUAT LENTUR BETON

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan suatu struktur beton bertulang dalam memikul beban-beban adalah dengan meningkatkan daktilitas struktur. Peningkatan daktilitas yang dimaksud dapat dilakukan dengan memberikan tulangan pengikat, pengekang (confinement) dari dalam beton dan kekangan yang dari luar beton (externally wrap) oleh CFRP yang dapat memberikan ikatan dan kekangan terhadap beton maupun tulangan lentur. Pada saat ini bahan yang dapat digunakan sebagai perbaikan struktur balok beton bertulang adalah jenis FRP (Fiber Reinforcemt Polymer) yang terbagi menjadi 3 (tiga) jenis antara lain GFRP (Glass Fiber Reinforced Polymer) atau balok yang diperkuat dengan kaca, ARFP (Aramid Fiber Reinforced Polymer) atau balok yang diperkuat dengan serat aramit, dan CFRP (Carbon Fiber Reinforced Polymer) atau balok yang diperkuat dengan serat karbon. Balok beton bertulang normal memperoleh kuat lentur rata-rata sebesar 138,28 (kg/cm²), beton bertulang dengan perbaikan dengan carbon fiber 1 lapis arah vertikal meningkat sebesar (1,81%) dari balok beton normal dengan nilai kuat lentur sebesar 141,10 kg/cm2 , perbaikan balok beton bertulang dengan carbon fiber 1 lapis arah horisontal meningkat sebesar (10,88 %) dengan nilai kuat lentur sebesar 150,16 kg/cm2 , perbaikan balok beton bertulang dengan carbon fiber 1 lapis dengan pola selimut terjadi peningkatan sebesar (24,17%) dengan nilai kuat lentur sebesar 163,45 kg/cm2. Peningkatan kuat lentur dihasilkan dari perbaikan (repair) dengan carbon fiber mampu menahan gaya tarik yang terjadi pada daerah tarik beton bertulang pada kodisi beton dengan rusak masih dalam kondisi elastis. Perbaikan balok beton bertulang dengan menggunakan carbon fiber memberikan dampak keretakan pada balok, dilihat dari pola penempelan carbon fiber, pola yang cocok pada penelitian ini adalah dengan dengan pola selimut.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail