ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini mendeskripsikan model kemitraan yang dilakukan di Objek Wisata Pantai Desa Tanah Kuning Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan dan Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pengelolaan Objek Wisata Desa Tanah Kuning Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif teknik wawancara dan observasi lapangan. Jenis penelitian bersifat deskriptif, yaitu untuk mendeskripsikan serta mengkaji data yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam (indepth interview), observasi, maupun data dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil Penelitian menunjukkan model Kemitraan Partnership yang cocok dikembangkan dalam pengelolaan Wisata Pantai Desa Tanah Kuning. Kemitraan Pemerintah dan Kelompok Masyarakat membuat sebuah kebijakan untuk peningkatan kebersihan dan keindahan di objek wisata Pantai Tanah Kuning. Pemerintah dan Kelompok Masyarakat menghimbau kepada seluruh jajaran yang ikut berpartisipasi dalam pengembangan Objek wisata Pantai Tanah Kuning ini untuk lebih meningkatkan lagi kualitas kerjanya sesuai dengan Visi dan Misi. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam pengelolaan wisata pantai tanah kuning berupa letak pantai tanah kuning yang dekat dari jalan raya dan berada tepat di pesisir kota kabupaten bulungan, kesadaran masyarakat yang mulai tumbuh akan pentingnya menjaga kebersihan, terjalinnya komunikasi antara dinas pariwisata dengan instansi lain yang terkait, lahan yang masih kurang mengakibatkan sarana dan prasarana di pantai tanah kuning ini belum memadai.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis data dukung tanah untuk pondasi pada rencana pembangunan perumahan graha permata manunggal
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lahan pasang surut di SP8 Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan memiliki tingkat kemasaman tanah yang relatif tinggi sehingga menjadi kendala dalam budidaya tanaman. Kondisi tanah yang masam dapat menurunkan ketersediaan unsur hara dan meningkatkan kelarutan unsur toksik yang menghambat pertumbuhan tanaman. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi tersebut adalah aplikasi JADAM Liquid Fertilizer (JLF), yaitu pupuk organik cair hasil fermentasi bahan organik lokal yang mengandung unsur hara, bahan organik, dan mikroorganisme bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pH tanah lahan pasang surut terhadap aplikasi JADAM Liquid Fertilizer (JLF) dengan lama fermentasi berbeda serta menentukan lama fermentasi yang paling efektif dalam meningkatkan pH tanah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2026 di lahan Kelompok Tani Makmur SP8 Tanjung Buka. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (JLF fermentasi 14 hari), P2 (JLF fermentasi 21 hari), dan P3 (JLF fermentasi 28 hari), dengan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi pH, C-organik, Ca, dan Mg pada JLF serta perubahan pH tanah setelah aplikasi. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan (paired sample t-test) untuk mengetahui perbedaan pH tanah sebelum dan sesudah aplikasi JLF. Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa JLF fermentasi 14 hari memiliki pH 5,67, C-organik 32,66%, Ca 0,58%, dan Mg 0,23%; fermentasi 21 hari memiliki pH 5,82, C-organik 34,21%, Ca 0,51%, dan Mg 0,26%; sedangkan fermentasi 28 hari memiliki pH 5,52, C-organik 32,35%, Ca 0,49%, dan Mg 0,21%. Sebelum aplikasi, pH tanah berada pada kisaran 4,4-5,0. Setelah dua minggu aplikasi, pH tanah meningkat menjadi 5,68 pada perlakuan P1, 6,20 pada perlakuan P2, dan 5,80 pada perlakuan P3, sedangkan kontrol hanya mencapai 4,82. Perlakuan fermentasi 21 hari (P2) memberikan peningkatan pH tertinggi sebesar 1,20 unit dari pH awal 5,00 menjadi 6,20. Hasil uji t berpasangan menunjukkan bahwa aplikasi JADAM Liquid Fertilizer (JLF) mampu meningkatkan pH tanah lahan pasang surut secara nyata
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan publik merupakan fungsi penting pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk pelayanan administrasi pertanahan. Salah satu bentuk pelayanan pertanahan di tingkat kelurahan adalah pelayanan Surat Pernyataan Penguasaan Tanah (SPPT) yang berfungsi sebagai bukti awal
penguasaan fisik atas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan Surat Pernyataan Penguasaan Tanah di Kantor Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan aparatur kelurahan dan masyarakat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Penelitian ini menggunakan lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu berwujud, keandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan Surat Pernyataan Penguasaan Tanah di kantor Kelurahan Tanjung Selor Timur telah berjalan cukup baik, namun masih terdapat kendala berupa keterbatasan sarana pendukung, ketidak konsistenan waktu penyelesaian, serta kurangnya komunikasi kepada masyarakat terkait status berkas. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas pelayanan agar pelayanan Surat Pernyataan Penguasaan Tanah pada kantor Kelurahan Tanjung Selor Timur dapat berjalan lebih optimal.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
IPUNG SURYANTA. 202131004. Identifikasi Karakteristik Sifat Kimia Tanah Lahan Usaha Tani Padi Sawah Pasang Surut di Kelompok Tani Makmur SP8 Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Dibawah bimbingan Rina Lesmana, S.P., M.M. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sifat kimia tanah dan memberikan rekomondasi dosis pupuk yang tepat untuk tanaman padi sawah lahan usaha tani pasang surut di kelompok Tani Makmur SP8 Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan dalam penelinian ini yaitu metode deskriptif dengan melakukan survey pada lokasi penelitian untuk mengetahui kondisi atau fenomena yang sedang berlangsung secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta lahan usaha tani di Kelompok Tani Makmur SP8 Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode random sampling berdasarkan aturan pengacakan yaitu tidak ada batasan dalam menentukan jumlah contoh tanah yang dipilih, semua titik pengambilan contoh memiliki peluang yang sama dan saling bebas satu sama lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai pH tanah berkisar antara 4.86 5.30 dengan rata-rata pH 5.05, (masam). Kandungan C-organik tanah 1,17% hingga 2,24%, dengan rata-rata 1,53% (rendah), Kandungan N total 0,12% hingga 0,29%, dengan rata-rata 0,19% (rendah). Fosfor tersedia 10,47 ppm hingga 18,66 ppm dengan rata-rata 16,08 (rendah), kalium berkisar 18,99 ppm hingga 40,7 7ppm dengan nilai rata-rata 31,08 (rendah), kapasitas tukar kation berkisar antara 4,25 meq/100g hingga 9,94 meq/100g dengan nilai rata-rata 7,33 (rendah), salinitas 0,071 ms/cm sampai 0,090 dengan nilai rata-rata 0,081 mS/cm (normal). Lahan dengan pH masam direkomendasikan menggunakan kapur dolomit 2,3 sampai 5,23 ton/ha. Dosis pemupukan untuk satu kali tanam memerlukan pupuk urea rata-rata 62,26 kg sampai 154,80 kg, pupuk sp-36 sebanyak 50 kg sampai dengan 100 kg, pupuk KCI 25 kg sampai 50 kg. Adapun rekomendasi pemupukan majemuk Pupuk NPK 15-15-15 dalam satu kali musim tanam menggunakan pupuk NPK 15-15-15 100 kg sampai dengan 200 kg dan pupuk tambahan pupuk KCI 0 kg sampai dengan 50 kg, urea 24,76 kg sampai dengan 79,80 kg.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK LUSI ANDARI. 202031023. Rekomendasi Pemupukan Tanaman Kakao (Thebroma cacao L.) Pada Fase Generatif Kepada Petani Binaan Di DesaMetun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan,Provinsi Kalimantan Utara. Dibawah bimbingan Rina Lesmana, S.P., M.M. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi pemupukantanaman kakao petani Binaan PT.PKN di Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Sampel tanah diambil menggunakan metode Simple Random Sampling dari15 titik dengan kedalaman 0- 30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesuburan tanah bervariasi di lahan tersebut. Nilai pH tanah berkisarantara 5,05 hingga 5,81 dengan rata-rata 5,38, termasuk kategori masam. Kandungan C-organik tanah bervariasi dari 0,93% hingga 2,24%, dengan rata-rata 1,45%. Rasio C/N tanah berkisar antara 4,08% hingga 12,93%, dengan rata-rata 8,3%. Kandungan nitrogen total berada dalam rentang0,12% hingga 0,29%, dengan rata-rata 0,19%. Fosfor tersedia berada di antara 6,47 ppm hingga 8,66 ppm, dan kalium berkisar dari 18,99 ppm hingga28,77 ppm, termasuk kategori sedang. Kapasitas tukar kation tanah berkisar antara 18,21 meq/100g hingga 24,21 meq/100g, dan tekstur tanah bervariasi dari lempung berdebu hingga lempung berliat. Berdasarkan ketersediaan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dalam tanah, dosis pupuk yang direkomendasikan untuk tanaman kakao adalah sebagai berikut: Pupuk Ureauntuk tanaman berusia 3-4 tahun adalah 104,14 - 147,82 gram per pohon, danuntuk tanaman berusia lebih dari 4 tahun adalah 144,14 - 187,82 gram per pohon. Pupuk NPK 15-15-15 untuk tanaman berusia 3-4 tahun adalah 207 - 222 gram per pohon, dan untuk tanaman berusia lebih dari 4 tahun adalah 208 - 256 gram per pohon. Pupuk TSP untuk tanaman berusia 3-4 tahun danlebih dari 4 tahun adalah 59,54 - 168,96 gram per pohon. Pupuk KCl untuk tanaman berusia 3-4 tahun adalah 2,19 - 5,51 gram per pohon, dan untuk tanaman berusia lebih dari 4 tahun adalah 37,19 - 40,51 gram per pohon.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pakis kelakai (Stenochlaena Palustris) merupakan jenis paku-pakuan yang pertumbuhannya mudah untuk dijumpai di daerah lahan rawa maupun lahan gambut karena daerah tumbuh jenis tanaman ini hidup di daerah daratan rendah dengan kondisi yang lembab serta terlindungi oleh sinar matahari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah kandungan unsur hara yang terdapat pada lama fermentasi tanaman pakis kelakai (Stenochlaena Palustris), untuk mengetahui pengaruh dari lama fermentasi tanaman pakis kelakai (Stenochlaena Palustris) terhadap jumlah kandungan unsur hara tanah, untuk mengetahui apakah hasil fermentasi tanaman pakis kelakai (Stenochlaena Palustris) dapat memberikan hasil pertumbuhan yang optimal pada tanaman uji yaitu sawi (Brassica Juncea L), serta untuk mengetahui apakah fermentasi pakis kelakai (Stenochlaena Palustris) dapat meningkatkan pH pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Desember tahun 2023, bertempat di Jelarai Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu P1 (30 hari), P2 (42 hari), dan P3 (55 hari) dan dilanjutkan perhitungan BNT taraf 5% pada penelitian yang menghasilkan sangat beda nyata pada sidik ragam. Hasil penelitian diperoleh bahwa hasil fermentasi pakis kelakai (Stenochlaena Palustris) perlakuan P3 dengan dosis 2 kg hasil fermentasi pakis kelakai (Stenochlaena Palustris) memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman uji sawi (Brassica Juncea L) dengan menggunakan media tanam gambut hemik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT USRIADI. 201631048. IDENTIFIKASI TINGKAT KEMASAMAN TANAH DAN TIPOLOGI LAHAN BASAH DI UNIT PEMUKIMAN TRANSMIGRASI (UPT) SEPUNGGUR Tipologi lahan merupakan kelas kesesuaian lahan berdasarkan ketersediaan sumber air untuk tanaman tersebut dan biasanya meliputi irigasi, rawa pasang surut atau pasang lebak dan non irigasi. Tingkat kemasaman tanah merupakan salah satu faktor penting dalam melakukan budidaya tanaman untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman, pH netral pada tanah biasanya di tunjukkan pada skala pH 7. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tipe Tipologi dan tingkat kemasaman tanah serta macam-macam vegetasi yang ada di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Sepunggur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2023, di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Sepunggur Kecamatan Tanjung Selor. Metode penelitian menggunakan analisis data kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan wawancara, Observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh pada penelitian ini adalah Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Sepunggur memiliki pH terendah sekitar 5,1 dan pH tertinggi sekitar 5,6 yang dikategorikan sebagai pH yang rendah. Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Sepunggur dikategorikan sebagai tipe tipologi Zona II lahan rawa pasang surut air tawar dengan tipe luapan A dan B. Serta vegetasi pada Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Sepunggur merupakan jenis penutup lahan berupa pohon nipah, dengan tanaman tahuan berupa pohon jeruk, jambu air, dan kelapa, serta tanaman musiman lainnya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kompos press adalah media tanam alternatif dengan mengurangi limbah plastic seperti polybag yang berdampak pada Kesehatan lingkungan. Dengan menggunakan bahan perekat yang aman, murah, dan tidak membahayakan bagi tanaman. Yaitu menggunakan perekat tepung tapioka, tanah liat dan tepung beras putih. Dan dalam pengerjaan mencetak nya menggunakan alat cetak sederhana dari bahan kayu yang berukuran 10 x 5 cm. sehingga kompos press tersebut dapat digunakan sebagai media tanam pertanian bebasic urban farming. Kompos press adalah salah satu inovasi penggunaan kompos yang dapat diaplikasikan pada lahan pasca tambang kapur. Penelitian ini dilaksanan pada bulan November 2022 hingga juli 2023. Di halaman rumah di jalan Bhayangkara jalur IV. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap. Dengan tiga taraf perlakuan dan 4 ulangan, perekat yang digunakan adalah tepung tapioca, tanah liat dan tepung beras putih.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Desa Sanur memiliki sumber mata air yang terus mengalir tanpa henti, masyarakat di desa memanfaatkan sumber air ini dengan cara menampung menggunakan ember, menggunakan mesin pompa sederhana yang ditarik langsung ke rumah warga yang berada di sekitaran sumber air, dan banyak juga penjual air profil yang memanfaatkan air ini untuk di jual ke rumah-rumah warga yang tidak dapat terjangkau dengan sumber air. Sistem penyediaan air bersih di Desa Sanur direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih hingga tahun 2033. Proyeksi jumlah penduduk pada tahun rencana dilakukan menggunakan metode geometrik dengan standar deviasi 33,50 dan koefisien korelasi 0,978 untuk memprediksikan jumlah penduduk hingga tahun 2033. Hasil survey dan analisa menunjukan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk Desa Sanur hingga pada tahun 2033 adalah 378 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih 0,473 liter/detik dan kebutuhan air pada jam puncak 0,709 liter/detik. Dalam perencanaan ini sumber air berasal dari sumber air tanah dengan debit sesaat sebesar ±1,60 liter/detik , lebih besar dari debit kebutuhan air. Dengan demikian kebutuhan air di Desa Sanur dapat terpenuhi hingga tahun 2033. Sistem jaringan air bersih yang direncanakan yaitu dengan menampung air dari mata air tanah Desa Sanur yang kemudian dengan menggunakan pompa air di naikkan ke reservoir distribusi (3m x 2 m x 4m), selanjutnya di distribusikan ke penduduk menggunakan pipa HDPE.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan konstruksi jalan di Indonesia sangat pesat, salah satunya
Proyek Preservasi Jalan Nasional Tanjung Selor – Sekatak Buji Provinsi
Kalimantan Utara. Pengerjaan proyek tersebut membutuhkan komposisi alat
berat untuk mempermudah menyelesaikan proses pengerjaan. salah satu
pekerjaan yang dilakukan oleh PT. CAHAYA BARU PRIMA yaitu pekerjaan
penggalian tanah yang diperbaiki atau dikerjakan dalam proyek tersebut.
Pekerjaan ini dilakukan karena jalannya sudah rusak dan berlubang sehingga
dapat membahayakan pengendara baik yang bermotor atau yang bermobil
yang melewati jalan tersebut, sehingga adanya perbaikan jalan di jalan
nasional Tanjung Selor – Sekatak Buji Desa Sungai Uma ini sangat
diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara
mendapatkan produktivitas dan menentukan komposisi alat berat berupa
dump truck dan excavator yang ada di proyek ini, pekerjaan pada proyek
galian ini mengunakan alat berat seperti, dump truck dan excavator pekerjaan
di mulai dari STA 27+475 sampai STA 28+275. Dari hasil perhitungan didapat
nilai produktivitas excavator 60,59 m3
/jam dan dump truck 7,55 m3
/jam.
Kemudian dari nilai produktivitas dapat dilakukan kombinasi alternatif jumlah
alat berat. Dari hasil perhitungan alternatif 1, 2, dan 3, pada perhitungan
alternatif 3 memiliki nilai produktivitas yang efisien terhadap biaya dan waktu
dibandingkan perhitungan alternatif lainnya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanah ekspansif adalah istilah yang sering digunakan pada tanah yang mempunyai potensi pengembangan (swelling) dan penyusutan (shrinkage) yang tinggi oleh pengaruh perubahan kadar air. Tanah ekspansif akan menyusut bila kondisi kadar airnya berkurang, dan sebaliknya akan mengembang jika kadar airnya bertambah. Untuk mengatasi hal ini diperlukan alternatif penanganan yang tersedia antara lain dengan menggunakan teknologi stabilisasi tanah dengan menggunakan tambahan bahan kimia. Pada penelitian ini menggunakan bahan limbah abu terbang batu bara dari PLTU Sekayan yang ada di Desa Apung sebagai bahan stabilisasinya, sehingga dapat dikatakan sebagai stabilisasi yang ramah lingkungan. Tujuan penilitian diharapakan dapat melihat perubahan sifat fisik dan juga melihat perubahan sifat teknis tanah ekspansif melalui uji CBR laboratorium. Hasil pengujian akan ditampilkan dalam bentuk grafik yaitu dengan membandingkan antara tanah ekspansif yang belum distabilisasi (kondisi awal) dan tanah ekspansif yang sudah distabilisasi dengan fly ash pada variasi campuran 20%, 40% dan 60%, serta telah melewati masa peram selama 20 hari, 30 hari dan 40 hari. Dari penelitian ini didapatkan bahwa penambahan bahan stabilisasi berupa fly ash dapat meningkatkatkan sifat teknisnya, dan hasil optimum diperoleh pada penambahan fly ash 60% dan setelah melewati masa peram 40 hari. Pengujian kadar air menurun sebesar 76,87% dari 75,92% menjadi 17,56%, specific gravity meningkat 14,57% dari 2,61 menjasdi 2,99%, berat volume meningkat 31,61% dari 1.36gr/cm³ menjadi 1,79gr/cm³, batas cair menurun sebesar 15,62% dari 57,37% menjadi 48,09%, batas plastis meningkat 68,29% dari 28,01% menjadi 47,14%, indeks plastis menurun 99,44% dari 28,98% menjadi 0,16%, dan CBR di laboratorium terjadi peningkatan nilai CBRDesain yang sangat besar yaitu sebesar 3873,42% dari kondisi awal 0,79% menjadi 30,60%.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanah lempung ekspansif adalah jenis tanah yang mudah berubah volumenya atau yang mempunyai kembang susut yang besar. Jika adanya peningkatan kadar air, tanah akan mengembang sebaliknya jika kadar air berkurang maka akan terjadi penyusutan. Identifikasi tanah ekspansif dapat dilihat secara visual yaitu dengan terlihatnya permukaan tanah yang retak-retak seperti membentuk poligon pada saat musim kemarau dan pada saat musim hujan sifatnya menjadi sangat lembek, oleh karena itu perlu dilakukan usaha perbaikan pada jenis tanah seperti ini. Salah satu metode perbaikan tanah ekspansif yang banyak dilakukan adalah dengan cara stabilisasi menggunakan tambahan bahan kimia. Pada penelitian ini menggunakan bahan limbah abu terbang batu bara dari PLTU Sekayan yang ada Provinsi Kaltara sebagai bahan stabilisasinya, sehingga dapat dikatakan sebagai stabilisasi yang ramah lingkungan. Tujuan penilitian diharapakan dapat melihat perubahan parameter sifat fisik dan pemadatan tanah ekspansif melalui uji laboratorium. Hasil pengujian akan ditampilkan dalam bentuk grafik yaitu dengan membandingkan antara tanah ekspansif yang belum distabilisasi (kondisi tanah asli) dan tanah ekspansif yang sudah distabilisasi dengan fly ash pada variasi campuran 20 %, 40 % dan 60 %, serta telah melewati masa peram selama 20 hari, 30 hari dan 40 hari. Dari penelitian ini didapatkan bahwa penambahan bahan stabilisasi berupa fly ash dapat meningkatkatkan sifat fisik dan teknisnya. Hasil optimum diperoleh pada penambahan fly ash 60 % dan setelah melewati masa peram 40 hari. Dari pengujian kadar air (w) menurun sebesar 76,87% dari 75,92% menjadi 17,56%, specific grafity (Gs) meningkat sebesar 14,57% dari 2,614 menjadi 2,995, berat volume tanah (γ) meningkat sebesar 31,61% dari 1,36 gr/cm3 menjadi 1,79 gr/cm3, batas cair (LL) turun sebesar 16,17% dari 57,37% menjadi 48,09%, batas plastis (PL) meningkat sebesar 68,29% dari 28,01% menjadi 47,14%, indeks plastis (PI) menurun 96,73% dari 29,36% menjadi 0,96%, pemadatan didapatkan peningkatan berat volume tanah kering (γdry) sebesar 35,57% dari 1,34 gr/cm3 menjadi 2,08 gr/cm3 dan kadar air optimum (wopt) turun 59,12% dari 36,23% menjadi 14,81%.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SARDIANSYAH. Fakultas Pertanian Universitas Kaltara, 2022. Pengaruh Berbagai Komposisi Media Tanam Pasir Pantai Di Desa Tanah Kuning Kecamatan Tanjung Palas Timur Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau (Brassica Juncea L.). (Dibawah bimbingan Rina Lesmana, SP., MM.) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh komposisi perlakuan media tanam pasir pantai terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica Juncea L). Penelitian ini dilaksanakan di Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, dimulai pada bulan Juni 2019 dan selesai pada bulan Agustus 2019. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan pertama yaitu P0 (pasir pantai), perlakuan kedua P1 (pasir pantai dan kotoran sapi), perlakuan ketiga P2 (pasir pantai dan tanah mineral), dan perlakuan keempat P3 (pasir pantai, kotoran sapi dan tanah mineral). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun. Perlakuan P0 (pasir pantai) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 7 HST dan Panen, jumlah daun 14 HST dan 28 HST. Namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 14-28 HST, jumlah daun 7 HST, 21 HST dan panen. Perlakuan media tanam pasir pantai dan tanah mineral berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 7 HST dan panen, jumlah daun 14 HST dan 28 HST, lebar daun pada saat panen. Tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 14-28 HST, jumlah daun 7 HST, 21 HST, dan panen. Perlakuan media tanam pasir pantai dan kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 7 HST dan panen, jumlah daun 14 HST dan 28 HST, lebar daun pada saat panen, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, 14-28 HST, jumlah daun 7 HST, 21 HST, dan panen. Perlakuan media tanam pasir pantai, tanah mineral, kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 7 HST dan panen, jumlah daun, 14 HST dan 28 HST, lebar daun pada saat panen, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, 14-28 HST, jumlah daun 7 HST, 21 HST, dan panen. Terdapat respon pertumbuhan tanaman sawi terhadap berbagai perlakuan media tanam pasir pantai.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
WAHYUNI, 201531010. IDENTIFIKASI SIFAT FISIK TANAH LAHAN USAHA TANI PADI DI SALIMBATU KECAMATAN TANJUNG PALAS TENGAH. Dibawa bimbingan RINA LESMANA,SP.MM Tanah merupakan kombinasi mineral, bahan-bahan organis, gas, berbagai jenis cairan, dan organisme yang tidak dapat dihitung yang bersama sama mendukung kehidupan di atas bumi. Sifat fisik tanah merupakan unsur lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap tersedianya air, udara, tanah dan secara tidak langsung mempengaruhi ketersediaan unsur hara tanaman. Sifat ini juga akan mempengaruhi potensi tanah untuk berproduksi secara maksimal. Sifat fisik tanah yang perlu diperhatikan adalah terjadinya masalah degradasi struktur tanah akibat fungsi pengelolaan selain itu pada lahan budidaya yang tidak tererosi, bahan organik hilang secara cepat. (Rosyidah dan Wirosoedarmo, 2013) Salimbatu merupakan desa di Kecamatan Tanjung Palas Tengah, yang wilayah nya terletak di delta Sungai Kayan dan menjadi pintu gerbang ke Kota Tanjung Selor, dengan luas wilayah 352,93 km2. Komoditi khas di desa Salimbatu adalah pertanian seperti padi sawah. Padi adalah komoditas utama yang berperan sebagai pemenuh kebutuhan pokok karbohidratt bagi penduduk. Komoditas padi memiliki peranan pokok sebagai pemenuhan kebutuhan pangan utama yang setiap tahunnya meningkat sebagai akibat pertambahan jumlah penduduk yang besar, serta berkembangnya industri pangan dan pakan (Yusuf, 2010). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat fisik tanah lahan usaha tani padi di desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah dilihat dari sifat fisik tanah nya. Metode penelitian akan dilakukan dengan cara sample random sampling berdasarkan aturan pengacakan yaitu tidak ada batasan dalam menentukan jumlah contoh tanah yang dipilih. Semua titik pengambilan contoh memiliki peluang yang sama dan saling bebas satu sama lain nya. Hasil penelitian diperoleh hasil lab sifat fisik tanah lahan padi sawah di desa Salimbatu yang mempunyai sifat fisik yang beragam antara sampel 1 dengan sampel 2 dalam satu lahan yang sama dengan pengambilan 20 titik sampel.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MUTAWADI’AH BAHARUDDIN. 201731025. Analisa Tingkat Kandungan Unsur Hara Tanah Perkebunan Kelapa Sawit PT.PRIMABAHAGIA PERMAI di Desa Binai Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Dibawah bimbingan Rina Lesmana, S.P., MM. Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor, salah satunya yaitu sifat kimiawi tanah. Hal ini berkaitan dengan unsur-unsur hara dalam tanah yang diperlukan tanaman. Unsur hara tanah inilah yang merupakan salah satu faktor pembatas dalam pertumbuhan tanaman, termasuk kelapa sawit dimana dalam proses pertumbuhannya unsur hara tanah khususnya makro sangat berperan penting didalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kandungan hara tanah di perkebunan kelapa sawit di PT. PrimaBahagia Permai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2021-Juli 2021 di Perkebunan kelapa sawit Desa Binai Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada areal survei berdasarkan tiga tahun tanam (2011, 2012, 2013) kelapa sawit yang ada di lapangan. Metode penelitian dilakukan dengan cara simple random sampling. Penelitian ini menggunakan lima parameter pengamatan yaitu pH, N, P ,K dan KTK yang dianalisis di laboratorium tanah Universitas Borneo Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kandungan unsur hara tanah di perkebunan kelapa sawit PT. Prima Bahagia Permai adalah rendah dan sedang dikarenakan kurangnya bahan organik dalam tanah. Untuk itu perlu dilakukan pengapuran dan pemupukan dari bahan organik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Air Tanah merupakan salah satu sumber air di Daerah Pemukiman Transmigran SP 5 RT 01 Gang Jalur 1 Baru Desa Salimbatu yang mempunyai fungsi untuk kebutuhan pokok rumah tangga. Dari hal ini perlu di lakukan penelitian tetang kualitas air tanah di desa tersebut, karena belum dilakukan kajian tentang kualitas air dan baku mutu air sehingga diperlukan metode-metode penentuan status mutu air. Skripsi ini bertujuan untuk Mengetahui ketersediaan danikualitas iair itanah jenis sumur yangidigunakan imasyarakat iuntuk ikebutuhan isehari-hari Daerah Permukiman Transmigran ISP 5 RT 01 Gang Jalur 1 Baru IDesa ISalimbatu Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Storet, dan menentukan kelas status mutu air tanah berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001. Populasi dalam penelitian adalah air tanah dangkal dan sumur gali yang digunakan masyarakat Daerah Pemukiman Transmigran SP 5 RT 01 Gang Jalur 1 Baru Desa Salimbatu sebagai sumber air bersih, adapun pengambilan sampel air dilakukan di 1 titik dengan 3 kali sampling. Menentukan ketersediaan air yaitu menghitung kebutuhan domestik dengan hasil 0,524 L/detik, dan untuk kehilangan air hasilnya 0.104 %, kebutuhan total air bersih hasilnya 0.628 L/ detik dan ketersediaan yang diolah hasilnya 0.753 L/detik. Data parameter kualitas air yang diperoleh meliputi parameter fisika yaitu Suhu dan TDS sedangkan parameter kimia yaitu (pH, BOD, COD) yang selanjutnya akan dianalisa setiap sampelnya dengan menggunakan Metode Storet. Berdasarkan hasil pengukuran dan hasil analisa sampel air sumur, diketahui bahwa status mutu air sumur yang ada di Daerah Pemukiman Transmigran SP 5 RT 01 Gang Jalur 1 Baru Desa Salimbatu dihitung menggunakan Metode Storet dengan hasil skor -28 yaitu kelas C tercemar sedang.ABSTRAK Air Tanah merupakan salah satu sumber air di Daerah Pemukiman Transmigran SP 5 RT 01 Gang Jalur 1 Baru Desa Salimbatu yang mempunyai fungsi untuk kebutuhan pokok rumah tangga. Dari hal ini perlu di lakukan penelitian tetang kualitas air tanah di desa tersebut, karena belum dilakukan kajian tentang kualitas air dan baku mutu air sehingga diperlukan metode-metode penentuan status mutu air. Skripsi ini bertujuan untuk Mengetahui ketersediaan danikualitas iair itanah jenis sumur yangidigunakan imasyarakat iuntuk ikebutuhan isehari-hari Daerah Permukiman Transmigran ISP 5 RT 01 Gang Jalur 1 Baru IDesa ISalimbatu Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Storet, dan menentukan kelas status mutu air tanah berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001. Populasi dalam penelitian adalah air tanah dangkal dan sumur gali yang digunakan masyarakat Daerah Pemukiman Transmigran SP 5 RT 01 Gang Jalur 1 Baru Desa Salimbatu sebagai sumber air bersih, adapun pengambilan sampel air dilakukan di 1 titik dengan 3 kali sampling. Menentukan ketersediaan air yaitu menghitung kebutuhan domestik dengan hasil 0,524 L/detik, dan untuk kehilangan air hasilnya 0.104 %, kebutuhan total air bersih hasilnya 0.628 L/ detik dan ketersediaan yang diolah hasilnya 0.753 L/detik. Data parameter kualitas air yang diperoleh meliputi parameter fisika yaitu Suhu dan TDS sedangkan parameter kimia yaitu (pH, BOD, COD) yang selanjutnya akan dianalisa setiap sampelnya dengan menggunakan Metode Storet. Berdasarkan hasil pengukuran dan hasil analisa sampel air sumur, diketahui bahwa status mutu air sumur yang ada di Daerah Pemukiman Transmigran SP 5 RT 01 Gang Jalur 1 Baru Desa Salimbatu dihitung menggunakan Metode Storet dengan hasil skor -28 yaitu kelas C tercemar sedang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut untuk menganalisis kualitas pelayanan dalam pembuatan Surat Pernyataan Pelepasan Hak Atas Tanah (SPPHT) pada Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui factor-faktor penghambat dan pendukung terhadap kualitas pelayanan dalam pembuatan Surat Pernyataan Pelepasan Hak Atas Tanah (SPPHT) pada Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kabupaten Bulungan. Tipe penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah tipe penelitian deskriptif dengan menginterpretasikan data kualitatif, penelitian deskriptif adalah jenis penelitian yang memberikan gambaran atau uraian atas suatu keadaan sejelas mungkin tanpa ada perlakuan terhadap objek yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian SPOPP (Standar Prosedur Operasional Pelayanan Pertanahan) Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota atau yang sekarang lebih akrab dikenal dengan SOP menyebutkan bahwa sebuah alas hak sekurang-kurangnya terdiri atas Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah yang ditandatangani di atas materai secukupnya oleh subyek hak yang memuat berbagai keterangan mengenai tanahnya meliputi data diri pemilik, letak, batas dan luasnya, jenis tanah yang dikuasai (Pertanian/non Pertanian), Rencana Penggunaan Tanah, dan Status Tanahnya (Tanah Hak atau Tanah Negara). Surat Penryataan Pelepasan Hak Atas Tanah (SPPHT) mempunyai kekuatan hukum sebagai bukti atas penguasaan sebidang tanah. surat keterangan pengusaan tanah di Kabupaten Bulungan, yang mana masyarakat di Kelurahan Tanjung Selor banyak mempercayakan proses jual beli tanah kepada kepala Lurah. Kualitas pelayanan pembuatan sertifikat tanah yang dilihat dari dimensi tangible dan emphaty sudah berjalan dengan baik , sedangkan pada dimensi reliability, responsiveness dan assurance masih belum berjalan dengan baik,yang menghambat kualitas pembuatan Surat Penryataan Pelepasan Hak Atas Tanah (SPPHT) di Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kabupaten Bulungan diantaranya : reliability terkait dengan masih ada petugas yang tidak dapat mengoperasiakn komputer, responsiveness terkait dengan kurangnya kecermatan petugas dalam memeriksa berkas pemohon, assurance terkait dengan syarat dan prosedur yang rumit dan waktu penerbitan Surat Penryataan Pelepasan Hak Atas Tanah (SPPHT) yang mengalami keterlambatan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan peran badan usaha milik desa ( BUMDES ) dalam memberdayakan masyarakat desa. Dalam melakukan Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sesayap Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data diproleh dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa BUMDES memiliki unit usaha yaitu Pelayanan Jasa, Usaha Perantara dan Penyewaan yang masih berjalan hingga sampai saat ini dan unit usaha ini termasuk berjalan dengan baik walaupun terakadang adanya perubahan dalam menjalankan unit usaha ini dikarena Partisifasi masyarakat yang kurang dalam kegiatan BUMDES. Peran BUMDES di desa Sesayap kecamatan Sesayap Hilir kabupaten Tana Tidung ini sudah berdiri sejak tahun 2017 belum dapat memaksimalkan perannya dalam memberdayakan masyarakat, seperti belum meratanya bagi sebagian masyarakat, hal ini dikarenakan adanya kendala dan kurang maksimalnya kinerja serta manajemen BUMDES dalam mengolah potensi yang ada di desa Sesayap. Temuan penelitian ini sebagai berikut : (1) peran badan usaha milik desa dalam memberdayakan masyarakat desa memberikan bantuan maupun pelayanan usaha serta memberikan kemudahan dalam hal melakukan kegiatan uasaha dari BUMDES dengan menyewa atau menjadi mitra dalam tempo satu tahun, sebagian masyarakat tersebut sudah terdaftar dalam kegiatan BUMDES.(2) Perkembangan perekonomian badan usaha milik desa pada awalnya masyarakat desa Sesayap tidak mengetahui keberadaan BUMDES bahwa dapat membantu dalam memajukan usaha yang mereka jalani agar lebih berkembang dalam meningkatkan perekonomian usaha masyarakat desa. (3) faktor penghambat dan pendukung BUMDES, faktor penghambatnya dikarena kurangnya bantuan dana dari pemerintah dan kurangnya Partisifasi masyarakat dalam mengelola potensi desa serta memahami maksud keberadaan BUMDES d idesa Sesayap. Sedangkan faktor pendukungnya, yaitu BUMDES menjadi mitra bagi pelaku usaha serta dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat desa. bantuan dana desa satu-satunya yang langsung memberikan dana kepada masyarakat melalui BUMDES untuk menciptakan lapangan kerja serta dapat meningkatkan dan menumbuhkan perekonomian agar terus maju dan berkembang baik itu penghsilan maupun kualitas sumber daya manusia yang ada di Desa Sesayap. RIWAYAT HI