Peran Pemerintah Desa dalam penanggulangan kemiskinan (Studi pada desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan)
abstrak
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pemerintah daerah dalam melakukan penataan pedagang kaki lima pada Tepian Sungai Kayan Tanjung Selor dari 3 indikator yaitu penataan tempat, pemberian perlindungan hukum dan perizinan, pembinaan dan pengawasan serta mengetahui faktor pendukung dan pengahambat peran pemerintah daerah dalam melakukan penataan pedagang kaki lima. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Fokus penelitian ini berfokus pada peran pemerintah daerah dalam melakukan penataan pedagang kaki lima berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bulungan Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penataan Pedagang Kaki Lima dan mengetahui faktor yang mendukung dan menghambat pemerintah dalam melakukan penataan pedagang kaki lima. Teknik pengumpulan data penelitian ini ialah dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah saat ini sedang melakukan tahap perencanaan untuk menyediakan tempat berjualan bagi pedagang kaki lima dan melakukan perehaban di Tepian Sungai Kayan untuk menyediakan tempat berjualan bagi PKL, perlindungan hukum dan perizin masih diberikan belum merata karena masih terdapat tempat yang belum diberikan izin oleh pemerintah untuk berjualan, pembinaan sudah diberikan oleh pemerintah daerah kepada PKL namun pengawasan masih belum dilakukan oleh pemerintah daerah. Faktor pendukung yaitu adanya dukungan dari OPD lainnya dan dukungan dari PKL yang berjualan di Tepian Sungai Kayan, adapun faktor penghambat terbatasnya ruang untuk lokasi penataan dan sikap pedagang yang terkadang sulit diajak bekerja sama.
kualitas insfrastruktur yang memadai, merupakan aspek perkembangan pembangunan. Salah-satunya adalah lapangan basket indoor stadium, lapangan basket indoor stadium ini sangat dibutuhkan terutama oleh para atlet yang berada di Kalimantan utara. Dengan banyaknya peminat dari olahraga tersebut dan seringnya di adakan pertandingan di kalimantan utara tak sebanding dengan sarana fasilitas yang ada saat ini, karna diketahui Kalimantan utara hanya memiliki lapangan basket terbuka atau outdoor, berdasarkan hal itu. Penulis merancang dan merencanakan basketball indoor stadium dengan pendekatan arsitektur ekspresionisme. Metode penulisan yang dipilih adalah deskriptif analitis, adapun pengertian dari metode deskriptif analitis menurut Sugiono adalah suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Tujuan dari karya tulis ini adalah bagaimana menyelesaikan masalah dalam sudut pandang arsitektur. Dapat ditinjau dari isu diperlukan nya sarana fasilitas lapangan basket indoor stadium. Disisi lain juga bagaimana penulis mengekspresikan gaya bangunan sesuai dengan pengertian dari arsitektur ekpresionisme yang sering dikaitkan dengan ungkapan gaya. ungkapan bahwa sebuah hasil perwujudan “mempunyai gaya”, oleh karna itu muncul pelaku perwujudan mengekspresikan emosi atau perasaannya melalui bentuk bangunan.
ABSTRAK Setiap manusia membutuhkan pelayanan, maka secara nalar dapat dikatakan bahwa pelayanan tidak dapat terpisahkan dengan kehidupan manusia. Terutama dalam Kepemilikan Akta Kematian diperlukan mengetahui Implementasi Peraturan Daerah Dalam Kepemilikan Akta Kematian di Kabupaten Bulungan Nomor 18 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan pasal 50 yang memiliki 5 persyaratan Kepemilikan Akta Kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Peraturan Daerah Dalam Kepemilikan Akta Kematian di Kabupaten Bulungan yang tertera dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bulungan Nomor 18 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan pasal 50 dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Untuk mendapatkan data yang Komprehensif, maka dilakukan observasi, dokumentasi dan wawancara secara mendalam kepada informan sebagai sumber data primer serta Dokumen sebagai sumber data skunder. Hasil dari penelitian dan pengamatan di lapangan, dapat diketahui bahwa Partisipasi Masyarakat dalam Kepemilikan Akta Kematian tertera dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bulungan Nomor 18 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan pasal 50 dengan 5 persyaratan Kepemilikan Akta Kematian
Risiko dan ketidakpastian dapat menjadi faktor penyebab kegagalan proyek konstruksi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Risiko ialah kemungkinan terjadinya sesuatu keadaan/peristiwa dalam proses kegiatan usaha, yang dapat berdampak negatif terhadap pencapaian sasaran usaha yang telah ditetapkan, terdapat tujuh peristiwa risiko yang sering muncul dalam proyek konstruksi salah satunya ialah pengadaan pekerjaan tambah kurang. Contract Change Order ini sendiri merupakan dampak dari risiko tingginya ketidakpastian, pekerjaan yang ditambahkan atau dihapuskan dari lingkup asli pekerjaan kontrak yang mengubah seluruh nilai kontrak atau waktu penyelesaian pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab Contract Change Order serta dampak yang diakibatkan. Penelitian ini berlokasi di Proyek Pembangunan Laboratorium Fisika SMA 1 Sekatak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis regresi linear berganda. Dengan menggunakan metode ini kita dapat mengetahui seberapa besar pengaruh suatu variabel independen terhadap variabel independen. Dalam penelitian ini, terdapat 6 variabel independen yang terdiri dari Planning dan Desain, Pertimbangan Keamanan, Kejadian alam, Perubahan Peraturan Kerja, Penyebab lain, dan sumber daya dengan jumlah sub variabel sebanyak 26 variabel. Sedangkan untuk variabel dependen yaitu Dampak CCO terhadap Pelaksanaan Pekerjaan dengan total sub variabel sebanyak 10 variabel. Dari hasil perhitungan diperoleh jumlah pengaruh masing masing variabel independen terhadap variabel dependen dan juga pengaruh secara simultan keseluruhan variabel independen terhadap variabel dependen. Dengan pengaruh terbesar yaitu ada pada variabel “Planning dan Design”dengan total pengaruh 81,6% serta untuk pengaruh secara simultan keseluruhan variabel yaitu 30,2%.
Berdasarkan uraian-uraian sebelumnya, baik dari hasil penelitian maupun dalam bahasan fokus masalah maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1) Disiplin kerja pegawai desa saat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai apratur desa cukup baik terlihat dari hasil wawancara dan observasi di desa bumi rahayu. 2) Melaksanakan kinerja dengan baik dan menyelesaikan tugas tempat waktu. 3) Berkerja dengan penuh kraetivitas, Inisiatif dan mampu berkolaborasi bersama pegawai desa secara baik. 4) Berkerja dengan penuh semangat jujur dan tanggung jawab. 5) Datang Dan Pulang Tepat Waktu. 6) Bertingkah laku sopan.
Motivasi sebagai salah satu faktor yang dapat berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Motivasi diperlukan untuk menjalankan kehidupan, memimpin sekelompok orang dan mencapai tujuan organisasi. berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana motivasi kerja pegawai di kantor Kelurahan Tanjung Selor Timur Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi kerja pegawai di kantor Kelurahan Tanjung Selor Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian yaitu di kantor Kelurahan Tanjung Selor Timur Kabupaten Bulungan. Informan pada penelitian ini adalah para pegawai yang bekerja di kantor Kelurahan tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja pegawai dikantor Kelurahan Tanjung Selor timur terkait pengaturan kondisi kerja yang baik maka kondisi kerja yang belum maksimal dikarenakan adanya kendala yang terjadi didalam organisasi. terkait aturan imbalan yang adil dan layak sudah sesuai dengan ketetapan yang ada, serta aturan sudah dijalankan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan dijalankan dengan baik, sesuai dengan ketentuan. Faktor pendukung di Kantor Kelurahan Tanjung Selor Timur yaitu aturan dan organisasi. Bahwa pegawai sangat sadar bagaimana motivasi kerja pegawai menjadi landasan utama untuk mencapai tujuan organisasi di Kantor Kelurahan Tanjung Selor Timur sudah cukup baik dalam memotivasi pegawainya. Adapun faktor penghambat yaitu Sumber Daya Manusia yang kurang berpengalaman dibidangnya kiranya dapat menghambat suatu pelayanan dan sarana serta prasarana yang kurang mendukung seperti perlengkapan kantor, yang akan dapat menghambat pelayanan itu sendiri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana eksistensi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Di Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dekriptif kualitatif. Total informan dalam penelitian ini sebanyak 13 (tiga belas) orang. Guna memperkuat perekonomian desa, BUMDes perlu didukung adanya eksistensi kegiatan usaha. Sehingga keberadaannya mampu meningkatkan perekonomian desa, menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes) dan membantu mengelola potensi ekonomi yang ada di desa. Berdasarkan hasil penelitian, BUMDes Gunung Putih mengalami banyak dinamika usaha yang berdampak pada eksistensi dan kontribusinya terhadap perekonomian desa. Hal ini yang kemudian mempengaruhi peran serta BUMDes di lapangan. Secara umum, terjadi penurunan drastis peran BUMDes Gunung Putih terhadap peningkatan perekonomian masyarakat dan penerimaan kas desa. Ini disebabkan sejumlah permasalahan yang meliputi ketidakaktifan pengurus, dana penyertaan modal yang habis, belum ada laporan pertanggungjawaban pengurus yang lama hingga tidak adanya pembentukan susunan pengurus yang baru.
ABSTRAK Pertumbuhan penduduk merupakan perubahan populasi penduduk dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu. Pertumbuhan penduduk berdasarkan usia berperan untuk mengukur, membandingkan, dan memprediksi pertumbuhan yang terjadi di suatu daerah dengan daerah lain dari tahun sebelumnya ke tahun selanjutnya. dalam hal ini Kelurahan Tanjung Selor Hilir memiliki andil dalam setiap pertumbuhan penduduk yang terjadi di wilayahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan penduduk, pengaruh usia terhadap pertumbuhan penduduk dan faktor yg mempengaruhi pertumbuhan penduduk di Kelurahan Tanjung Selor Hilir. Metode penelitian yang di gunakan dalam Penelitian ini adalah metode Kuanlitatif dengan memanfaatkan jenis data sekunder dan Metode pengumpulan data di lakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuisioner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penduduk di Kelurahan Tanjung Selor Hilir 60 % merupakan penduduk pendatang sedangkan 40% lainnya merupakan penduduk asli dengan usia rata-rata berada pada usia produktif ( dewasa ) yaitu 21-45 tahun berdasarkan hasil regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh variabel independen X ( usia ) terhadap variabel Y ( pertumbuhan penduduk ) di nyatakan bahwa variabel X berpengaruh terhadap variabel Y sebesar 88,2 %. Dan Pertumbuhan penduduk di Kelurahan Tanjung Selor Hilir pada tahun 2019-2021 menurun sebesar 45 %. Sedangkan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah faktor kelahiran, kematian, migrasi, ditemukan bahwa jumlah kelahiran kasar meningkat sebesar 27,3 %, jumah kematian kasar meningkat sebesar 3,02 %, dan jumlah migrasi total mengalami penurunan hingga – 11,97 % pada tahun 2019-2021.
ABSTRAK Mengacu pada permasalahan tentang peran kepemimpinan sub bagian bidang pengembangan aparatur dalam meningkatkan kinerja pegawai pada maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini untuk mengetahui peran kepemimpinan sub bagian bidang pengembangan aparatur dalam meningkatkan kinerja pegawai pada kantor badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia kabupaten bulungan. Apabila dilihat dari jenis datanya maka penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan membahas obyek yang diteliti secara mendalam. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah di mana peneliti berperan sebagai instrumen kunci, dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan secara gabungan dan analisis data bersifat induktif guna memperoleh hasil penelitian yang lebih menekankan makna daripada generalisasi. Kepemimpinan yang baik dalam mengelola sebuah kantor pemerintahan diperlukan adanya pengetahuan, kedisiplinan, ketegasan dan keuletan bagi pimpinannya. Karena pemimpin yang cerdas akan mampu mengembangkan lembaganya menjadi lebih baik. Seorang pemimpin kantor pemerintahan untuk dapat meningkatkan kualitas kerja di sebuah lembaga pemerintahan, harus mampu mengimplementasikan dirinya secara langsung dalam lembaga tersebut. Diharapkan sebagai seorang pimpinan dalam sebuah lembaga maupun organisasi kedepannya harus mampu menjaga kualitas kerja yang paling utama. karena kualitas kerja didasarkan atas pimpinan dan pengikut-pengikutnya.
Rina Noviani. 201731024. Program Sarjan. Universitas Kaltara. Tanjung Selor. Karakteristik Sifat Organoleptik Sensoris Cookies Mocaf (Modified Cassava Flour) dengan Substitusi Tepung Maizena. di Bimbing oleh Fitrah Pangerang S.TP. M.Si. Modified Cassava Flour atau MOCAF, juga dikenal dengan istilah MOCAL merupakan produk tepung dari singkong (Manihot esculenta Crantz) yang diproses menggunakan prinsip memodifikasi sel singkong secara fermentasi. Perlakuan fermentasi pada proses pembuatan tepung mocaf menyebabkan perubahan karakteristik dari tepung yang dihasilkan berupa naiknya viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi, dan kemudahan melarut. Tepung maizena adalah tepung yang terbuat dari jagung yang melalui proses penggilingan yang kemudian menghasilkan tepung. Setelah itu, diambil saripatinya, diproses melalui perendaman dan fermentasi. Tepung maizena berfungsi untuk merenyahkan cookies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta jumlah terbaik penambahan tepung maizena pada pembuatan cookies mocaf. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga bulan Agustus 2022 di Laboratorium Pangan dan Pasca Panen Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Kaltara. Rancangan yang digunakan pada penilitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu penambahan tepung mocaf dan tepung maizena yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan, yang terdiri dari 5 taraf yaitu F0 (tepung mocaf 250 gr : tepung maizena), F1 (tepung mocaf 225 gr : tepung maizena 25 gr), F2 (tepung mocaf 200 gr : tepung maizena 50 gr), F3 (tepung mocaf 175 gr : tepung maizena 75), dan F4 (tepung mocaf 150 gr : tepung maizena 100 gr). Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan tepung berpengaruh terhadap aroma, tekstur, dan rasa cookies mocaf. Berdasarkan uji organoleptik, warna cookies mocaf yang paling disukai panelis terdapat pada perlakuan F3 (tepung mocaf 175 gr : tepung maizena 75) dengan warna kuning kecoklatan, aroma cookies mocaf yang paling disukai panelis terdapat pada perlakuan F2 (tepung mocaf 200 gr : tepung maizena 50 gr) dengan aroma netral, tekstur cookies mocaf yang paling disukai panelis terdapat pada perlakuan F3 (tepung mocaf 175 gr : tepung maizena 75) dengan tekstur empuk/lembut sedangkan rasa cookies mocaf yang paling disukai panelis terdapat pada perlakuan F3 (tepung mocaf 175 gr : tepung maizena 75 gr) dengan rasa gurih. Kenampakan keseluruhan terbaik atau yang paling disukai panelis terdapat pada perlakuan F3 (tepung mocaf 175 gr : tepung maizena 75 gr) Kata Kunci : Tepung mocaf, Tepung Maizena, Cookies mocaf
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui studi tentang mal pelayanan publik yang terdapat pada kabupaten bulungan. dengan demikian dalam pelaksanaan tugas berupa jasa pelayanan yang dilakukan kepada masyarakat sehingga pelayanan dikatakan sebagai pelayanan prima, apabila para pemberi pelayanan telah melakukan tugasnya sesuai dengan standar oprasional pelayanan. Hal ini menjadikan kertertarikan peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul “studi tentang mal pelayanan publik kabupaten bulungan provinsi kalimantan utara”. Memiliki rumusan masalah bagaimana studi tentang pelayanan publik pada kantor Mal Pelayanan Publik Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Studi Tentang Mal Pelayanan Publik Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, adapun sumber data yang digunakan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta data yang berkaitan dengan studi tentang mal pelayanan publik kabupaten bulungan provinsi kalimantan utara. Landasan teori yang digunakan adalah perbub no.47 tahun 2019.
PERAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA (Studi Pada Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan) ABSTRAK Kehadiran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) membawa nuansa tersendiri dalam kehidupan demokrasi , karena salah satu tujuan dibentuknya BPD adalah untuk mewujudkan pemerintahan yang Demokratis ditingkat desa. Dapat diketahui bahwa peran BPD dalam penyelenggaraan pemerintahan desa tertera dalam fungsi BPD yang ada pada PERMENDAGRI 110 Tahun 2016 yaitu peran BPD dalam menjalankan 3 fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran BPD dalam penyelenggaraan pemerintahan desa pada Desa Bumi Rahayu kecamatan Tanjung Selor kabupaten Bulungan yang tertera dalam fungsi BPD yang ada pada PERMENDAGRI 110 Tahun 2016 dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Untuk mendapatkan data yang Komprehensif, maka dilakukan observasi, dokumentasi dan wawancara secara mendalam kepada informan sebagai sumber data primer serta Dokumen sebagai sumber data skunder. Hasil dari penelitian dan pengamatan di lapangan,, Dapat diketahui bahwa peran BPD dalam penyelenggaraan pemerintahan desa tertera dalam fungsi BPD yang ada pada PERMENDAGRI 110 Tahun 2016 yaitu peran BPD dalam menjalankan 3 fungsinya dalam membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama kepala desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta melakukan pengawasan kinerja kepala desa dapat dikatagorikan berjalan dengan baik karena dalam semua proses kepala desa dan BPD ikut memperjuangkan hasil rancangan desa yang berasal dari hasil aspirasi Masyarakat Desa Bumi Rahayu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa dan faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa didesa lubakan kecamatan sembakung kabupaten nunukan tahun 2021. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif. Data-data yang digunakan penelitian ini diperoleh dengan Teknik observasi berdasarkan keadaan dilapangan serta Teknik wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Desa, Staf Desa, Ketua BPD, Ketua Panitia Pilkades, Panitia Pilkades dan Tokoh Masyarakat. Sedangkan sampel penelitian yang digunakan sebanyak 12 (dua belas) orang dengan Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa bagaimana partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa. Dalam negara demokrasi rakyat diharapkan dapat ikut berpartisipasi dalam politik secara aktif. Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa di desa lubakan dilihat dalam berbagai bentuk yaitu partisipasi masyarakat dalam pencalonan, partisipasi masyarakat dalam mengikuti kampanye dan partisipasi masyarakat dalam memberikan hak suara. Dilihat dari partisipasi masyarakat dalam pencalonan sangat tinggi, dan partisipasi masyarakat dalam memberikan hak suara cukup tinggi. Berbeda dengan partisipasi masayarakat dalam mengikuti kampanye dilihat kurang aktif dalam kegiatan kampanye nya. Padahal ini sangat penting untuk mengenal program kerja pemimpin untuk mewujudkan desa yang desa yang Makmur dan sejahtera.
perkembangan pertanian. Pertanian merupakan sektor unggulan dalam menyediakan sumber bahan pangan dan obat – obatan, bahkan sebagai penyedian sumber energi terbarukan. Upaya pembangunan pertanian Indonesia memerlukan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, lebih-lebih kalangan akademisinya. Upaya tersebut menjadi sangat urgen bagi Fakultas Pertanian UMSU sebagai Fakultas yang bergerak dalam bidang pertanian di Indonesia. Di lingkungan Fakultas Pertanian sendiri dapat dengan mudah dipahami, bahwa pertanian mempunyai arti yang luas, namun bagi masyarakat umum, pengertian pertanian dalam arti luas tersebut tidaklah koheren, tunggal, dan tanpa bias.
Buku ini dimulai dengan sejarah kesehatan masyarakat, konsep kesehatan masyarakat, gizi kesehatan masyarakat, seni kesehatan masyarakat, program layanan kesehatan, administrasi kebijakan kesehatan, perilaku sehat dan pendidikan kesehatan, pendidikan dan ilmu perilaku kesehatan, metode dan media penyampaian pesan kesehatan, higiene sanitasi, kebersihan dan kesehatan pribadi, patologi lingkungan dan penyakit lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta gizi seimbang untuk kesehatan masyarakat. Buku ini membahas: Bab 1 Sejarah Perkembangan Ilmu Kesehatan Masyarakat Bab 2 Konsep Kesehatan Masyarakat Bab 3 Gizi Kesehatan Masyarakat Bab 4 Seni Kesehatan Masyarakat Bab 5 Pendekatan Ekologis Dalam Kesehatan Lingkungan Bab 6 Administrasi Kebijakan Kesehatan Bab 7 Perilaku Sehat dan Pendidikan Kesehatan Bab 8 Pendidikan dan Ilmu Perilaku Kesehatan Bab 9 Penyampaian Pesan Kesehatan: Metode dan Media Bab 10 Kebersihan dan Kesehatan Pribadi Bab 11 Keselamatan Kerja dan Kesehatan Masyarakat
Pengantar Pengetahuan Lingkungan merupakan pengetahuan yang mengkaji hubungan mahkluk hidup dengan lingkungannya dengan dampak kehidupan manusia serta berupaya untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Pertimbangan yang sangat penting dalam memahami lingkungan adalah terjaganya kualitas lingkungan yang prosesnya sangat rumit akibat aktivitas manusia. Dalam buku ini bagaimana proses manajemen dalam pengelolaan lingkungan yang baik dan sumber daya alam untuk meningkatkan pembangunan di bumi ini serta mempertahankan bumi dalam keadaan seperti semula atau lebih baik
Mengingat sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai orientasi kegiatan ekonomi berbasis sumberdaya alam, maka sektor agribisnis harus menjadi perhatian. Agribisnis memiliki keterkaitan sektoral yang tinggi. Keterkaitan antara sektor agribisnis dengan sektor lain dapat dilihat dari aspek keterkaitan produksi, keterkaitan distribusi, konsumen bahkan keterkaitan investasi. Mengembangkan usaha dalam bidang agribisnispun merupakan kegiatan yang memiliki prospek sangat baik. Hal ini disebabkan oleh karena selama manusia hidup akan selalu memerlukan sandang, pangan, dan papan untuk kebutuhan hidupnya, yang sumber bahan bakunya berasal dari kegiatan bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan yang tergolong dalam sistem agribisnis. Berdasarkan sifat keterkaitan dan prospek diatas , maka buku Pengantar Manajemen Agribisnis ini ingin mengurai dua sisi pokok itu. Bahwa Agribisnis sebagai sistem butuh keterpaduan, serta perlu digerakkan dengan bekal ilmu dan seni menajemen yang memadai. Pengetahuan dan kemampuan yang mutlak dibutuhkan sebagai usaha mencapai tujuan, baik itu tujuan pribadi atau kelompok , organisasi ataupun perusahaan.
Sebuah Buku ajar dalam bidang ilmu Kehutanan. Isi buku mengupas secara mendasar ruang lingkup ilmu Kehutanan, mencakup hutan dan kehutanan, fungsi, manfaat, manajemen, perencanaan, budidaya, konservasi hutan, potensi hutan, dan pengelolaan hutan di Indonesia.
Pertanian merupakan kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia dalam menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam serta pembesaran hewan ternak, meskipun cakupannya dapat berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan produk lanjutan. Buku Pengantar Ilmu Pertanian ini memberikan dasar-dasar pemahaman mengenai ilmu pertanian yang diperlukan bagi mahasiswa yang belajar ilmu pertanian. Khususnya pada tingkat I. Mengingat cakupan ilmu pertanian yang luas, sehingga di dalam buku ini tidak membahas bidang Peternakan (animal science/animal husbandry), Teknologi Pertanian (agricultural technology), maupun Kedokteran Hewan (veterinary science) karena ketiga bidang terakhir tersebut telah berkembang secara independen dari arus ilmu pertanian utama. Buku ini membahas tentang: Bab 1 Pendahuluan Bab 2 Evolusi Pertanian Bab 3 Unsur-unsur dan Ciri-ciri Pertanian Bab 4 Pertanian Tanaman Pangan Bab 5 Pertanian Tanaman Hortikultura Bab 6 Pemberdayaan Petani Bab 7 Pertanian Berkelanjutan Bab 8 Paradigma Pembangunan Pertanian Bab 9 Penjabaran Diversifikasi Pangan Bab 10 Ruang Lingkup Sistem Agribisnis dan Agroindustri Bab 11 Kelembagaan dalam Agribisnis Bab 12 Pemasaran Hasil Pertanian Bab 13 Penyuluhan Pertanian Bab 14 Hak Pemuliaan Varietas Tanaman/PVT