ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu faktor utama dalam sektor infrastruktur adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yang dimana pada pelaksanaannya masih sering diabaikan. Pembangunan infrastruktur, terutama pada pekerjaan konstruksi, memiliki risiko kerja yang cukup tinggi yang apabila faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak diperhatikan oleh pengelola proyek, dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja pada pekerja konstruksi. Penelitian ini mengambil studi kasus Analisa Risiko Kecelakaan Kerja Pada Proyek Pembangunan Diklat Asrama Provinsi Kalimatan Utara Tahap II. Pada pelaksanaannya dilakukan pengengidentifikasian risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang mungkin terjadi pada pekerjaan tersebut. Kemudian dilakukan analisis risiko menggunakan metode Fine. Analisis tersebut bertujuan untuk mengetahui risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang paling sering terjadi pada pekerjaan konstruksi gedung berdasarkan penilaian dari personel yang terlibat dalam pembangunan gedung. Responden dalam penelitian ini adalah pemimpin proyek, mandor, operator, serta ahli konstruksi. Dari kesimpulan pelaksanaan penelitian ini adalah dilakukannya pengendalian risiko. Dari pendapat para responden, faktor yang memiliki risiko tertinggi adalah risiko terkena bahan kimia dan iritasi pada kulit. Faktor tersebut memiliki nilai risiko sebesar 44,81 dan level risikonya dikategorikan Priority 1 atau Pengendalian risiko yang dapat dilakukan adalah menghentikan aktivitas sementara waktu sampai risiko dapat mencapai batas aman, serta menerapkan pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat dengan menggunakan APD sesuai standar pekerjaan konstruksi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah perkembangan seorang tenaga pendidikan atau yang kita kenal dengan sebutan guru. Diera yang juga memiliki teknologi yang semakin canggih bukan hanya dalam bidang pertahanan, perekonomian, dan lain-lain, termasuk juga dalam sistem pendidikan sebagaimana seorang pendidik harus mengikuti perkembangan zaman yang semakin berkembang baik dari pelatihan maupun kompetensi diri. Data dikumpulkan melalui wawancara kepada setiap guru yang ada di SMK NEGERI 1 TANJUNG PALAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat guru-guru yang telah tersertifikasi pendidik yang memang layak menjadi pendidik dan memiliki kompetensi kemampuan dalam mendidik
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengaruh Peran Pemerintah Terhadap Kinerja Usaha Dengan Intervening Kompetensi SDM (Studi Kasus Pelaku Usaha Mikro Di Tideng Pale Dan Tideng Pale Timur). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Peran Pemerintah terhadap Kinerja Usaha dengan intervening Kompetensi SDM pelaku usaha mikro di Tideng Pale dan Tideng Pale Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 264 pelaku usaha mikro dan sampel yang digunakan berjumlah 160 pelaku usaha mikro di Tideng Pale dan Tideng Pale Timur. Pengumpulan data berupa kuesioner, Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah SPSS dan SEM AMOS. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa: (1) Peran Pemerintah berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Kinerja Usaha. (2) Peran Pemerintah berpengaruh positif signifikan terhadap Kompetensi SDM. (3) Kompetensi SDM berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Usaha. (4) Peran Pemerintah terhadap Kinerja Usaha melalui Kompetensi SDM berpengaruh positif signifikan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kabupaten Bulungan, khususnya wilayah hilir Sungai Selor di Dusun Buluh Perindu, memiliki risiko banjir yang tinggi akibat topografi dataran rendah, kondisi tanah lempung lunak, serta pengaruh pasang surut air laut. Faktor penyebab banjir meliputi curah hujan tinggi, penyempitan penampang sungai akibat sedimentasi, serta infrastruktur pengendali banjir yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir pada Sungai Selor dengan periode ulang 25 tahun (Q25th) serta menentukan metode penanggulangan banjir yang paling efektif untuk wilayah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis hidrolika berbasis komputasi. Pemodelan matematis dilakukan menggunakan perangkat lunak Hydrologic Engineering Center's River Analysis System (HEC-RAS) untuk mensimulasikan aliran sungai secara efisien dan akurat. Analisis difokuskan pada evaluasi kapasitas penampang sungai eksisting terhadap debit rencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampang eksisting Sungai Selor dengan lebar rata-rata 32,77 m, dan kedalaman rata-rata 2,05 m, sebelum dilakukannya normalisasi, terjadi luapan banjir pada STA. 0+050 hingga STA. 0+400 berdasarkan simulasi yang dilakukan menggunakan software HEC – RAS v.6.3.1 dengan debit rencana periode Q25 tahun sebesar 16,146 m3/detik. Dan dengan diterapkannya metode perbaikan berupa normalisasi penampang sungai dengan lebar galian 40 meter, kedalaman 3 meter, serta kemiringan 1:3, maka Sungai Selor sudah dapat berfungsi dengan normal dan baik dalam menampung debit banjir pada kala ulang 25 tahun (Q25th).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proses pembangunan konstruksi pada umumnya merupakan kegiatan yang banyak mengandung unsur bahaya yang dalam pelaksanaanya mempunyai tingkat risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian diawal sebelum pekerjaan dimulai untuk menghindari kecelakaan kerja. Penelitian ini mengambil studi kasus pada Pembangunan Stadion Mini Tanjung palas tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui factor-faktor risiko kecelakaan kerja pada setiap tahapan pekerjaan mulai dari yang terendah sampai yang tertinggi dan menentukan strategi usulan pengendalian risiko. Data penelitian ini didapat melalui penyebaran kuesioner kepada kontraktor dan jasa konstruksi yang terdiri atas site manager, quality control, drafter, administrasi, logistik, pelaksana, k3, konsultan pengawas, sub kon, mandor, kepala tukang, pekerja untuk menentukan klasifikasi risiko low, medium, High, Very High dilakukan penilaian kemungkinan terjadi dampak risiko melalui hasil kuesioner dan diambil persentasi tertinggi. Nilai kemungkinan terjadi risiko akan dianalisis mengunakan matriks analisis risiko dengan mengunakan metode JSA (Job Safety Analysis). Hasil analisis dengan 7 tahapan pekerjaan diperoleh Pekerjaan dengan kategori level risiko medium ada 4 yaitu pada Pekerjaan Angkur Baja M16 & Baut Baja, Pekerjaan Pelat Baja Tebal 10 mm & 6 mm, Pekerjaan Baut Baja M12 (Antara CNF dan Kuda-kuda Baja WF 350.175.7.11 mm), Pekerjaan Trekstang Ø12, Pengikat Angin Ø12 & Turnbuckle Ø12. Pekerjaan dengan kategori level risiko Medium dan high ada 1 yaitu Kuda Pekerjaan Baja WF.350.175.7.11 mm). pengendalian penggunaan perancah yang memenuhi standar, pemasangan pagar pengaman, dan pengamanan alat kerja. penyusunan prosedur kerja aman, pemasangan rambu keselamatan, serta pelaksanaan briefing keselamatan atau toolbox meeting sebelum pekerjaan dimulai dan Pengunaan APD. Pihak kontraktor dan manajemen proyek disarankan untuk memberikan prioritas pengendalian pada pekerjaan yang termasuk dalam kategori risiko tinggi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Pembangunan gedung Kantor Pertanahan Kabupaten Bulungan terletak di Jalan
Kolonel Soetadji nomor 46 Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan
Provinsi Kalimantan Utara. Tujuan pembangunan gedung Kantor Pertanahan
Kabupaten Bulungan adalah untuk menghasilkan pembangunan yang dapat
dipertanggungjawabkan dan memenuhi kriteria teknis bangunan negara yang
layak secara mutu, biaya dan kriteria administrasi bagi bangunan negara, akan
tetapi setiap pembangunan proyek konstruksi pasti memiliki risiko kecelakaan
kerja sehingga perlu dilakukan manajemen risiko untuk diidentifikasi bahaya dan
pengendalian risiko terhadap aktivitas konstruksi. Penelitian ini juga bertujuan
mengetahui respon yang sesuai untuk meminimalisir ataupun meniadakan dampak
negatif yang diberikan oleh risiko aktivitas konstruksi tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei menggunakan kuisioner.
Analisis dimulai dari identifikasi risiko melalui studi literatur, lalu dilakukan
penyebaran kuisioner kepada 17 responden untuk menguji validitas dan
reliabilitas, pertanyaan kuisioner disebarkan kebeberapa proyek yang ada di
Kabupaten Bulungan. Selanjutnya analisis risiko dilakukan mancari nilai yang
mewakili jawaban yang berasal dari 8 responden, kepada para pekerja
pembangunan gedung Kantor Pertanahan Kabupaten Bulungan menggunakan
metode metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Dihitung dengan
mengalikan nilai hasil severity index, keparahan (Severity), kejadian (Occurance)
dan deteksi (Detection) untuk mengetahui nilai Risk Priority Numbers (RPN) nilai
tertinggi dan kategori tingkat keparahan.
Hasil penelitian dan pengujian yang di lakukan pada proyek pembangunan gedung
Kantor Pertanahan Kabupaten Bulungan berdasarkan nilai RPN (Risk Priority
Numbers) nilai tertinggi jenis pekerjaan diperoleh pada pemancangan tiang
pancang beton (Minipile) 25 x 25 cm K-400 mengakibatkan failure mode atau
mode kegagalan kebisingan dan getaran mempengaruhi bangunan yang ada di
sekitar lokasi, seling drop hammer putus, retak atau pecah kepala tiang pancang
saat dipukul, terdorong atau masuk jauh dari perkiran dan terpercik oli pancang
sebesar 210.919,033. Berdasarkan kategori keparahan dari 38 jenis pekerjaan
terdapat 24 tingkat risiko rendah, tingkat risiko 2 sedang dan 12 tingkat risiko
tinggi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembangunan Gedung serba guna Polda Kaltara merupakan salah satu proyek strategis yang berfungsi mendukung kegiatan porasional dan kedinasan kepolisian. Dalam pelakanaanya proyek ini menglami keterlambatan yang di sebabkan oleh berbagai faktor, sperti cuaca yang tidak menentu, keterbatasan tenaga kerja, serta keterlambatan material, sehingga berdampak pada waktu penyelesaiaan proyek. Oleh karena itu, diperlukan upaya percepatan pekerjaan agar proyek dapat diselesaiakan sesuai dengan target rencana
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bersarnya percepatan waktu dan biaya proyek Pembangunan Gedung serba guna Polda Kaltara dengan menggunakan metode time cost trade off (TCTO). Analisis dilakukan pada pekerjaan struktur dengan menfokuskan pada aktifitas yang berada pada jalur kritis. Percepatan dilakukan melalui penembahan jam kerja menjadi 3 (tiga) shift kerja, sedangkan harga satuan pekerjaan dianggap tetap selama pelaksanaan proyek. Pengolaan data dan penjadwalan proyek dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Project.
Hasi Analisa menunjukkan bahwa penerapan metode time cost trade off (TCTO) mampu memberikan alternatif percepatan waktu pelaksanaan dari 118 hari menjadi 87 hari dengan kata lain diperoleh percepatan sebesar 31 hari dengan penambahan biaya langsung sebesar Rp 123.142.920 dari total biaya sebelumnya sebesar Rp. 2.350.800.000,00 menjadi Rp 2.462.858.406 yang masi dapat di kendalikan. Metode ini efektif dalam menentukan kombinasi waktu dan biaya yang optimal, sehingga keterlmbatan proyek dapat di minimalkan secara makimal. Dengan demikian metode time cost trade off (TCTO) dapat dijadikan sebagai salah satu pendekatan manajemen proyek yang efisien dalam menangani keterlambatan pda proyek kontruksi
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Limbah kulit kakao (Theobroma cacao L) merupakan salah satu bahan organik potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik padat melalui proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap kandungan unsur hara (C-organik, N, P, K), rasio C/N, dan pH dalam pupuk organik padat, serta menilai kesesuaiannya terhadap standar mutu teknis pupuk organik berdasarkan SNI 19-7030-2004. Penelitian dilaksanakan pada bulan (bulan mei tahun 2025) bertempat di (Tanjung selor bulungan) Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan waktu fermentasi, yaitu P1 (28 hari), P2 (35 hari), dan P3 (42 hari), dengan tiga kali ulangan sehingga diperoleh sembilan percobaan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Perlakuan P2 (35 hari) memberikan hasil terbaik dengan kandungan C-organik 32,17%, N-total 1,06%, rasio C/N 30,41, serta nilai pH 6,07 yang mendekati netral. Berdasarkan SNI 19-7030-2004, seluruh perlakuan telah memenuhi syarat minimum mutu pupuk organik padat, namun perlakuan P2 menghasilkan kualitas terbaik secara keseluruhan. Oleh karena itu, fermentasi selama 35 hari merupakan waktu yang paling optimal untuk menghasilkan pupuk organik padat dari limbah kulit kakao.(theobroma cacao L)
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upayapeningkatan kualitas pendidikan melalui budaya baca yang kuat. Dengan demikian, keberadaan perpustakaan tidak hanya menjadi pelengkap pendidikanformal, tetapi juga menjadi motor utama penggerak literasi masyarakat di era informasi saat ini.Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, kepustakawaan, dokumentasi dan penelusuran online. Dalam penelitian ini, triangulasi dilakukan melalui triangulasi teknik. Teknik analisa data yang dipergunakan adalah teknik analisa deskriptif. Kesimpilan hasil penelitian, upaya perpustakaan dalam meningkatkan minat baca dan daya kunjung siswa pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulungan. Dengan melakukan evaluasi rutin terhadap koleksi, bekerja sama dengan pihak sekolah, dan menambahkan koleksi digital, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berupaya untuk menjadi sumber belajar yang dinamis, responsif, dan inklusif. Faktor-faktor pendukung dan penghambat upaya perpustakaan dalam meningkatkan minat baca dan daya kunjung siswa di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulungan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tanjung Palas, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, pada bulan Juni 2024 hingga selesai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara dalam meningkatkan infrastruktur sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Tanjung Palas, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Permasalahan berawal dari keterbatasan fasilitas pendidikan seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan sarana pendukung lainnya yang berdampak pada kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang diterapkan mencakup rehabilitasi ruang kelas, pembangunan fasilitas penunjang, pengadaan mengajar belajar dan perangkat pembelajaran berbasis teknologi, optimalisasi Dana BOS untuk pemeliharaan, serta monitoring dan pendampingan teknis. Kebijakan ini memberikan dampak positif terhadap kenyamanan belajar, ketersediaan sarana praktik, dan motivasi siswa. Namun, pelaksanaan masih terkendala keterbatasan anggaran, hambatan geografis, keterlambatan pencairan dana, dan rendahnya kapasitas teknis pengelola sekolah. Keberhasilan program dipengaruhi oleh faktor komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Kesimpulannya, kebijakan Dinas Pendidikan telah mengarah pada peningkatan infrastruktur SMA Negeri 1 Tanjung Palas, namun memerlukan perencanaan berbasis data, koordinasi lintas sektor, dan strategi pembiayaan berkelanjutan
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis upaya pemerintah desa di Long Bang Hulu dalam meningkatkan disiplin kerja perangkat desa, sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Urgensi dari penelitian ini adalah agar pemerintah desa dan pihak terkait dapat memahami langkahlangkah efektif yang telah diupayakan, serta menemukan solusi atas kendala yang menghambat peningkatan disiplin kerja perangkat desa demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan keberlangsungan pembangunan desa yang berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yang melibatkan wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Data dianalisis secara interaktif menggunakan pendekatan Miles dan Huberman, dengan teori disiplin kerja dan peran pemerintah desa sebagai dasar analisis. Kerangka konseptual juga mengacu pada teori-teori tentang disiplin kerja, kepatuhan terhadap aturan, serta strategi manajemen sumber daya manusia di tingkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pemerintah desa dalam meningkatkan disiplin kerja telah berjalan cukup baik melalui pemberian arahan, motivasi, dan budaya kerja sama. Namun, terdapat kendala seperti minimnya sistem sanksi dan penghargaan yang tegas, serta kurangnya komunikasi dan pengawasan dari kepala desa. Diskusi menunjukkan bahwa keberhasilan peningkatan disiplin sangat bergantung pada pembangunan budaya tanggung jawab pribadi dan penguatan pengawasan formal maupun informal. Secara umum, hasil ini mengindikasikan perlunya langkah-langkah strategis yang berkelanjutan untuk mencapai disiplin kerja perangkat desa yang optimal demi pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengangguran menjadi tantangan kompleks di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bulungan. Meskipun program bursa kerja telah dilaksanakan untuk memperluas kesempatan kerja, implementasinya belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program job fair tahun 2024 dalam mengurangi pengangguran melalui peran Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Bulungan dengan menggunakan kriteria evaluasi Willian N. Dunn. Metode penelitian berjenis kualitatif, pendekatan deskriptif dengan menggunakan Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Job Fair di Kabupaten Bulungan belum optimal dalam menurunkan angka pengangguran, berdasarkan enam kriteria: efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. (1) Job fair yang dilaksanakan masih belum terbukti efektif menurunkan pengangguran disebabkan baru sekali menjalankan program tersebut. Job Fair hanya mampu memberikan manfaat sebatas itu, sehingga Job Fair menjadi salah satu cara dalam menanggulangi pengangguran namun belum mampu menurunkan pengangguran (2) Penggunaan anggaran dinilai efisien, Sumberdaya manusia yang digunakan sudah efisien, namunwaktu dikatakan belum efisien. (3) Sarana dan prasarana memadai, namun fasilitas pendukung perlu ditingkatkan. (4) Pemerataan informasi masih kurang, terutama secara offline. (5) Respons masyarakat positif, tetapi masih ada kekurangan dalam durasi dan kesesuaian lowongan. (6) Program dinilai tepat sasaran, namun perlu evaluasilanjutan untuk menjamin dampak dan keberlanjutan penanggulangan pengangguran di masa mendatang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menjadi perhatian sendiri bagi pemerintah desa bahwa upaya pelestarian dan kemajuan kebudayaan juga menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat dalam mempertahankan budaya lokal atau kearifan lokal. Sehingga tujuan penelitian adalah bagaimana peran pemerintah desa dapat melestarikan budaya pesta panen didesa long telenjau kecamatan peso hilir kabupaten Bulungan serta seperti apa bentuk atau kegiatan yang dapat melestarikan budaya pesta panen agar tetap eksis dan berlangsung.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam penelitian ini penelitian terapan, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menerapkan, menguji dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis di dalam Peningkatan Kemampuan Aparat Desa dan Pelaksanaan Tugas Administrasi Pemerintah di Desa Jelarai Selor, Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui upaya peningkatan kemampuan aparat desa dalam pelaksanaan tugas administrasi pemerintahan di Desa Jelarai Selor dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi upaya peningkatan kemampuan aparat Desa dalam pelaksanaan tugas administrasi pemerintahan di Desa Jelarai Selor. Model analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif, model interaktif ini terdiri dari tiga hal utama dalam menganalisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasis. Berdasarkan dari hasil pembahasan dikaitkan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian, maka dapat ditarik beberapa Kesimpulan pokok sebagai berikut : Upaya peningkatan kemampuan aparat Desa Jelarai Selor dalam pelaksanaan tugas administrasi pemerintahan, khususrnya administrasi pemerintahan desa yang meliputi antara lain Pembinaan disiplin Aparat, Pendidikan dan pelatihan, Motivasi kerja, dan Pengembangan karir. Upaya peningkatan kemampuan aparat Desa Jelarai Selor dikarenakan kondisi pelaksanaan tugas pemerintahan desa disebabkan oleh beberapa faktor yang melingkupi Aparat desa. Faktor-faktor yang dimaksud adalah minimnya keterampilan/kemampuan setiap Aparat desa sehubungan dengan tugas-tugas tersebut, masih rendahnya disiplin kerja ditinjau dari aspek waktu, minimnya pemberian bimbingan terhadap aparat, pengawasan dan, pengendalian yang tidak efektif, serta kondisi kerja yang kurang mendukung.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan pembangunan mendorong kebutuhan material konstruksi yang ringan, ramah lingkungan, dan berkinerja baik, salah satunya melalui pengembangan beton ringan dengan pemanfaatan serat bambu dan serat eceng gondok sebagai bahan penguat untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sifat fisis dan mekanik beton ringan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan matriks beton berkomposisi semen, pasir, dan air sebesar 1:2:0,4, serta variasi campuran serat bambu dan serat eceng gondok yang terdiri dari lima komposisi, yaitu 50%:50%, 20%:80%, 80%:20%, 70%:30%, dan 30%:70%. Pengujian yang dilakukan meliputi uji daya serap air, densitas, dan kuat tekan sesuai dengan standar SNI yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daya serap air beton ringan berada pada rentang 2% hingga 18%, nilai densitas berkisar antara 1.702–2.000 kg/m³, dan nilai kuat tekan berada pada kisaran 3,200–11,283 N/mm². Nilai kuat tekan tertinggi diperoleh pada campuran serat bambu 80% dan serat eceng gondok 20%, sedangkan nilai daya serap air terendah diperoleh pada campuran serat bambu 30% dan serat eceng gondok 70%. Berdasarkan hasil pengujian, sampel memenuhi persyaratan beton ringan non-struktural karena memiliki nilai daya serap yang semua sampel berada di bawah batas yang standar, densitas sampel A, B, C dan D tergolong beton ringan, sementara sampel E berada pada batas maksimum, dan kuat tekan seluruh sampel telah memenuhi nilai minimum, dengan sampel C dan D menunjukkan kinerja terbaik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulungan dalam meningkatkan sarana dan prasarana sekolah, khususnya di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Tanjung Palas Barat, serta untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan penelitian terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan, Wakil Kepala Dinas, pegawai bidang sarana dan prasarana, kepala sekolah, dan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Dinas Pendidikan dalam meningkatkan sarana dan prasarana sekolah mencakup tiga bentuk utama, yaitu: (a) bantuan dropping dari pemerintah, (b) pengadaan sarana dan prasarana pendidikan seperti pembangunan ruang kelas, perpustakaan, serta pembelian meja, kursi, dan perlengkapan lainnya, serta (c) rehabilitasi sarana prasarana berupa perbaikan gedung sekolah. Faktor pendukung pelaksanaan kebijakan antara lain adanya dukungan anggaran pemerintah, koordinasi yang baik antar pihak terkait, serta perencanaan yang matang dan berkelanjutan. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan dana, kurangnya koordinasi antar instansi, serta perencanaan yang belum sesuai dengan kebutuhan riil sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan mutu pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai di daerah.